CLEA SOEBROTO

Artist In Residence

Clea Soebroto

18 – 31 Januari 2025

 

Clea Soebroto melanjutkan risetnya mengenai evolusi batik Jawa dalam kaitannya dengan sejarah kolonialisme, dinamika kapitalisme, dan pembentukan identitas budaya. Dalam proses ini, ia melakukan wawancara serta belajar secara langsung dari para perajin batik lokal untuk memahami teknik, narasi, dan relevansi sosial batik dalam konteks masa kini.

Interaksi tersebut kemudian diolah menjadi instalasi media campuran yang menggabungkan metode tradisional dengan material kontemporer. Melalui karya-karya ini, Soebroto mempertanyakan proses komodifikasi budaya sekaligus menegaskan batik sebagai praktik seni yang hidup, terus bertransformasi, dan berakar pada kehidupan sehari-hari.

Clea Soebroto adalah seorang praktisi seni dan budaya multidisiplin yang berbasis di Jakarta dan Singapura. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan sarjana BA (Hons) Fine Art di Nanyang Academy of Fine Arts, yang divalidasi oleh University of the Arts London. Praktiknya didorong oleh penelitian material serta eksplorasi narasi budaya, feminisme, dan mitologi. Karya-karyanya telah dipamerkan dalam pameran kelompok di Jakarta, Singapura, dan London.

Ia ikut mendirikan Chad & Stacy (2023-2024), sebuah kolektif seni yang karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai ruang lokal di Singapura dan memulai kolaborasi transnasional dengan pihak eksternal. Clea pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Seni & Budaya untuk Asosiasi Indonesia di NAFA, yang dikenal sebagai Laskar NAFA. Dalam peran tersebut, ia mengorganisasi dan mengarahkan trilogi pameran tahun 2024 bertajuk ‘Family Ties’. Ia juga berperan sebagai kurator untuk pameran terakhir dalam trilogi tersebut, ‘Family Ties: Legacy’.

Saat ini, ia merupakan anggota aktif dari dua kolektif yang terus berkembang, yaitu Anak Seni, yang mengorganisasi acara seni di Singapura, dan 144p, yang karya-karyanya baru-baru ini dipamerkan dalam pameran publik bersama Fluxus House.

———————————————————–

Clea Soebroto continues her research on the evolution of Javanese batik in relation to the histories of colonialism, the dynamics of capitalism, and the formation of cultural identity. As part of this ongoing inquiry, she engages directly with local batik artisans through interviews and hands-on learning, seeking to understand their techniques, narratives, and the contemporary social relevance of batik.

These encounters inform the development of mixed-media installations that combine traditional batik methods with contemporary materials. Through this approach, Soebroto critically examines the commodification of cultural heritage while affirming batik as a living artistic practice—one that remains embedded in everyday life and open to transformation.

Clea Soebroto is a multidisciplinary arts and cultural practitioner based in Jakarta and Singapore. She is currently pursuing BA (Hons) Fine Art in Nanyang Academy of Fine Arts, validated by the University of the Arts London. Her practice is driven by material research as well as investigations in cultural, feminism, and mythological narratives. Her works have been exhibited within group exhibitions in Jakarta, Singapore, and London. 

She co-founded Chad & Stacy (2023-2024)a̶ n art collective whose works have been exhibited in local spaces around Singapore and have initiated transnational collaborations with external bodies. She served as Head of Arts & Culture department for the Indonesian Association of NAFA – known as Laskar NAFA. In this role, she organized and directed the 2024 exhibition trilogy ‘Family Ties’. She also served as the curator for the final exhibition of the trilogy, ‘Family Ties: Legacy’. 

Presently, she is an active member of two ever-growing collectives, Anak Seni, which organizes art events around Singapore, and 144p, whose works have been featured in a recent public exhibition with the Fluxus House. 

 

 

Public Presentation

“SAMBERNYAWA” 

oleh  Clea Soebroto

Rabu, 29 Januari 2025, 13:00 – 15:00 WIB

di Studio Plesungan, Desa Plesungan RT 03 RW 02, Plesungan Gondangrejo, Karanganyar 57181

Temuan penelitian sebagai kelanjutan dari tesis: “Rewaxing Resonance: Material Tradition and Post-Cultural Politics in Javanese Batik”.

Research findings as a continuation of thesis: Rewaxing Resonance: Material Tradition and Post-Cultural Politics in Javanese Batik.