DARA LO

Artist in Residence

DARA LO

16-30 Juni 2025

Artist Talk with Dara Lo at Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan

Selama masa residensinya di Studio Plesungan, Dara Lo akan memfokuskan pengembangan praktik performansnya pada eksplorasi pembubaran ego dan integrasi tubuh ke dalam ruang. Melalui pendekatan ini, Dara berupaya mengaburkan batas antara tubuh dan lingkungan, antara subjek dan lanskap material, dengan menjadikan tubuh sebagai medium yang sensitif terhadap perubahan, kehadiran, dan relasi spasial.

Sebagai bagian dari proses artistiknya, Dara akan menelusuri dan mengumpulkan objek-objek yang telah dibuang—kemungkinan dari ruang-ruang terbengkalai—untuk digunakan baik sebagai elemen performatif maupun sebagai pemicu refleksi. Material-material ini diperlakukan sebagai jejak waktu dan pengalaman, yang membuka pertanyaan tentang sisa, nilai, dan hubungan antara tubuh, ruang, dan benda dalam konteks sosial dan ekologis.

Residensi ini juga menjadi ruang bagi Dara untuk menyelami ekosistem budaya lokal melalui kunjungan ke museum, pertunjukan seni, kelas tari, serta interaksi langsung dengan seniman dan komunitas setempat. Pertemuan-pertemuan ini diharapkan memperkaya risetnya, memperluas sensibilitas tubuhnya terhadap konteks lokal, dan membuka kemungkinan dialog lintas praktik serta lintas pengalaman.

Di Studio Plesungan, residensi diposisikan sebagai proses terbuka—sebuah ruang jeda untuk observasi, eksperimentasi, dan pertemuan—di mana praktik performans berkembang melalui relasi yang cair antara tubuh, material, dan lingkungan sekitar.

Dara Lo adalah seniman multidisipliner asal Filipina yang saat ini berbasis di Singapura. Ia baru saja menyelesaikan studi BA (Hons) in Fine Arts di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), bekerja sama dengan University of the Arts London (UAL). Ia merupakan penerima AY24/25 Scholarship Award serta Woon Tai Jee Art Prize dari Woon Brothers Foundation.

Praktik artistik Dara berangkat dari wilayah-antara, menciptakan situasi dan lingkungan di mana batas antara tubuh, ruang, subjek, dan objek menjadi cair dan saling berkelindan. Melalui instalasi, performans, dan interaksi, ia mengundang penonton untuk berhadapan dengan ketidakmenetapan dan sifat sementara dari identitas diri. Karyanya menelusuri proses berkelanjutan dalam membongkar dan merakit kembali identitas—menanyakan apa yang tersisa ketika ego perlahan menghilang.

Karya Dara telah dipresentasikan di berbagai konteks di Asia Tenggara dan internasional, termasuk The Paper Menagerie II di ISA Art Gallery x Omah Budoyo (Yogyakarta), Realism Beyond Reality oleh Super Duper Gallery (Filipina), dan Escape To: di School of the Arts (Singapura). Ia juga berpartisipasi dalam pameran virtual Belonging oleh Visionary Art Collective. Pada tahun 2023, Dara menerima Artistic Talent Award dalam Jeune Pinceau International Young Artist Competition, dengan karya-karyanya dipamerkan di Prancis, Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok.

Selain praktik personalnya, Dara pernah bekerja sebagai pelukis mural lepas untuk Mural Lingo, serta menjadi seniman tamu dalam acara 150 Years of 501 oleh Levi’s di Filipina, di mana ia mengerjakan desain khusus pada material denim. Ia juga pernah bekerja sama dengan Peres Projects dalam konteks Art SG 2024, serta dengan Singapore Art Museum.

________________________________________________________

During her residency at Studio Plesungan, Dara Lo will focus on developing her performance practice through an exploration of ego dissolution and the integration of her body into space. Through this approach, she seeks to blur the boundaries between body and environment, subject and material landscape, positioning the body as a porous medium responsive to presence, change, and spatial relations.

As part of her artistic process, Dara will explore and collect discarded objects—potentially from abandoned or overlooked sites—to be used both as performative elements and as catalysts for reflection. These materials are treated as traces of time and lived experience, opening questions around residue, value, and the relationship between body, space, and material within social and ecological contexts.

The residency also provides a framework for Dara to immerse herself in the local cultural environment through visits to museums, performances, dance classes, and sustained interactions with local artists and communities. These encounters are intended to deepen her research, attune her embodied practice to local contexts, and foster exchanges across disciplines and lived experiences.

At Studio Plesungan, the residency is conceived as an open-ended process—a space for observation, experimentation, and encounter—where performance practice unfolds through fluid relationships between body, material, and environment.

Dara Lo is a multidisciplinary artist from the Philippines, currently based in Singapore. She recently graduated with a BA (Hons) in Fine Arts from the Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), in partnership with the University of the Arts London (UAL). She is a recipient of the AY24/25 Scholarship Award and the Woon Tai Jee Art Prize from the Woon Brothers Foundation.

Dara’s practice inhabits the in-between, creating situations where the boundaries between body, space, subject, and object dissolve. Through installations, performance, and interaction, she invites viewers to engage with impermanence and the fluid nature of selfhood. Her work traces an ongoing process of deconstructing and reconstructing identity, asking what remains when the ego gradually slips away.

Her work has been presented across Southeast Asia and internationally, including The Paper Menagerie II at ISA Art Gallery x Omah Budoyo (Yogyakarta), Realism Beyond Reality by Super Duper Gallery (Philippines), and Escape To: at the School of the Arts (Singapore). She also participated in Belonging, a virtual exhibition by Visionary Art Collective. In 2023, she received the Artistic Talent Award at the Jeune Pinceau International Young Artist Competition, with her work exhibited in France, Singapore, Hong Kong, and China.

Beyond her individual practice, Dara has worked as an ad-hoc mural painter for Mural Lingo and was a guest artist for Levi’s 150 Years of 501 event in the Philippines, where she created custom designs on denim. She has also collaborated with Peres Projects during Art SG 2024 and with the Singapore Art Museum.

 

Public Presentation

Presentasi Publik

“Paglaho Sa Anyo” dan “Katawang Tahanan”

Oleh Dara Lo 

 

Sabtu, 28 Juni 2025

15:00 – 18:00 WIB

Di Studio Plesungan

 

Paglaho Sa Anyo (Larut dari Bentuk) terbentuk dari saling-silang antara tubuh, benda, dan lingkungan. Objek-objek menjadi wadah bagi ingatan dan perubahan, sementara pelarutan ego muncul—bukan sebagai penghapusan, melainkan sebagai proses menjadi.

Melalui aktivasi performans, elemen diri melebur dengan ruang; batas-batas kabur, larut, dan membentuk ulang dirinya. Dengan membenamkan, menyamarkan, dan menyingkap, karya ini mengundang para penonton untuk masuk dalam proses penguraian yang terus berlanjut—sebuah perwujudan ata diri yang terus-menerus berubah, hadir dalam ketidakhadiran.

Katawang Tahanan (Tubuh-Rumah) mengeksplorasi keselarasan antara tubuh dan rumah sebagai struktur kulit dan napas, wadah yang menyimpan ingatan dan merekam jejak setiap yang melaluinya. Tubuh adalah penghuni sekaligus fondasi—sebuah situs bagi pembangunan, keruntuhan, dan transformasi yang hening.

Sebuah tindakan meditatif dalam membangun, karya ini merefleksikan bagaimana kita menyusun identitas, rumah, dan makna di sekitar diri kita—lapis demi lapis yang rapuh—hanya untuk kemudian dihadapkan pada ketidakabadiannya. Rumah, seperti ego, adalah sesuatu yang sementara. Apa yang melindungi juga bisa membelenggu. Apa yang menjadi pelindung, pada akhirnya bisa runtuh.

Katawang Tahanan merefleksikan ilusi bentuk, kerapuhan keberadaan diri, dan kekerasan yang sunyi dalam melepaskan. Saat dinding-dinding runtuh, tubuh pun tersingkap—bukan sebagai sesuatu yang terpisah dari struktur, melainkan sebagai ruang itu sendiri, tempat dari mana ia muncul dan ke mana ia akan kembali.


Paglaho Sa Anyo
, translating to “to dissolve from form,” intertwines body, object, and environment. Objects become vessels of memory and transformation, and ego dissolution emerges—not as an erasure, but as a becoming.

Through performance activation, the self merges with space, where boundaries blur, dissolve, and reconfigure. By embedding, obscuring, and revealing, the work invites viewers into a continuous unraveling—a perpetual reconfiguration of self, a presence within absence.

Katawang Tahanan (Body-House) explores the parallels between body and house as structures of skin and breath, vessels that shelter memory and bear the trace of all that pass through them. The body is both inhabitant and foundation—a site of construction, collapse, and quiet transformation. 

 A meditative act of construction, it echoes how we build identities, homes, and meanings around ourselves—layer by fragile layer—only to confront their impermanence. The house, like the ego, is temporary. What shelters can also confine. What protects may eventually fall apart.

Katawang Tahanan reflects on the illusion of form, the fragility of selfhood, and the quiet violence of letting go. As the walls fall, the body is revealed—not as separate from the structure, but as the very space from which it rose, and to which it will return.

“Paglaho Sa Anyo”, Dara Lo, Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan

 

“Paglaho Sa Anyo”, Dara Lo, Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan

 

“Paglaho Sa Anyo”, Dara Lo, Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan
“Katawang Tahanan”Dara Lo, Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan
“Katawang Tahanan”, Dara Lo, Studio Plesungan, 2025. Photo : Achri Hendratno and Arsip Studio Plesungan