KONSTANTIN HEUER

ARTIST IN RESIDENCE

Konstantin Heuer (DE) / SEDNOID

1 – 31 July 2025

Residensi ini berangkat dari mendengarkan.

Praktik Konstantin Heuer dibentuk oleh perhatian jangka panjang terhadap sistem-sistem tonal dan cara musik menyimpan serta membawa ingatan lintas budaya. Perjumpaan awalnya dengan gamelan Jawa—dengan waktu yang siklik, logika kolektif, dan sistem penalaan di luar temperamen Barat—terus beresonansi dalam komposisi elektroniknya. Alih-alih memperlakukan gamelan sebagai referensi atau kutipan, Heuer mendengarkannya sebagai sistem berpikir: sebuah cara mengorganisasi waktu, harmoni, dan perhatian.

Di Studio Plesungan, Heuer menempatkan risetnya dalam lingkungan hidup tempat praktik kontemporer, pengetahuan lokal, dan ritme keseharian saling bersinggungan. Residensi ini tidak dipahami sebagai proses ekstraksi, melainkan sebagai pertukaran—sebuah proses terbuka untuk belajar, menguji, dan memberi kembali melalui kehadiran, bunyi, dan kolaborasi. Bagi Heuer, keterlibatan dengan musik dan tari Indonesia bukanlah proyek yang terisolasi, melainkan kemungkinan titik balik dalam lintasan artistiknya yang lebih panjang.

Pencariannya berkembang melalui dua jalur yang saling terjalin: pertemuan antara maqam, gamelan, dan pemikiran tonal Renaisans melalui extended just intonation; serta pembangunan, dan pembongkaran secara sengaja atas struktur harmonik jangka panjang yang dibentuk oleh repetisi dan simetri.

Proyek: Tessellated Burgeon

Tessellated Burgeon adalah proyek yang terus menjadi.

Proyek ini mengambil bentuk sebagai siklus komposisi musik elektronik yang akan terwujud sebagai rilisan extended play dalam format vinil, sekaligus tetap bersifat performatif—dapat hadir sebagai konser elektronik multi-kanal, terbuka terhadap kehadiran instrumen akustik dan tubuh yang bergerak. Kolaborasi menjadi bagian integral dari karya ini. Selama residensi, Heuer membuka kemungkinan perjumpaan dengan musisi dan penari lokal, membiarkan bunyi dan gestur saling mengomposisi. Jejak-jejak pertemuan ini—rekaman, aksi, momen berbagi—dapat muncul kembali dalam sebuah sesi berbagi publik di akhir masa tinggal.

Proyek ini digerakkan oleh gesekan: antara detail yang bermain dan spontan dengan formalisme yang ketat; antara warna dan batasan; antara intuisi dan sistem. Gamelan Jawa berfungsi bukan sebagai sumber gaya, melainkan sebagai horizon konseptual—yang mengusulkan waktu berlapis, pengulangan siklik, dan resonansi kolektif.

Tessellated Burgeon mengajukan techno sebagai bentuk musik seni: bukan genre yang ditinggalkan, melainkan medan yang dibingkai ulang, diperlambat, dan didengarkan secara berbeda. Melalui durasi yang memanjang, infleksi mikrotonal, dan transisi yang dipahat dengan cermat, musik ini membuka ruang bagi perhatian, keintiman, dan pengalaman mendengarkan yang berwujud tubuh.

Bekerja dengan Bunyi

Komposisi Heuer dibangun dari konfigurasi tonal yang terus bergeser. Akor pentatonik yang diturunkan dari tangga nada heptatonik menjadi material utama, diinformasikan oleh transformasi modus Gregorian dan tradisi maqam seperti Rast, Bayati, dan Sikah. Sistem-sistem ini ditala ulang melalui extended just intonation, memungkinkan harmoni tetap cair, relasional, dan tidak stabil.

Repetisi dan simetri berfungsi sebagai jangkar struktural, sementara inversi, modulasi, dan fragmentasi menghadirkan penyimpangan. Progresi harmonik membentang dalam lengkung waktu yang panjang, lalu dipotong, diselubungi, atau tererosi, membentuk struktur temporal yang menolak narasi linear.

Bidang sonik dibangun secara berlapis: pad sintetis, figur arpeggio, garis melodi berornamen, serta material yang dimainkan secara langsung, dirajut bersama elemen perkusi yang berakar pada praktik techno Heuer. Bunyi lingkungan hadir bukan sebagai latar, melainkan sebagai tekstur—jejak akustik dari sebuah tempat. Proyek ini tumbuh dari karya ark (GSXS, 2024), yang berfungsi sekaligus sebagai titik awal dan residu.

_________________________________________________

Konstantin Heuer (DE) / SEDNOID

This residency begins from listening.

Konstantin Heuer’s practice is shaped by long-term attention to tonal systems and the ways music carries memory across cultures. An early encounter with Javanese gamelan—its cyclical time, collective logic, and tuning beyond Western equal temperament—continues to resonate in his electronic compositions. Rather than approaching gamelan as a reference or quotation, Heuer listens to it as a thinking system: a way of organizing time, harmony, and attention.

At Studio Plesungan, Heuer situates his research within a lived environment where contemporary practice, local knowledge, and daily rhythms intersect. The residency is conceived not as extraction but as exchange—an open process of learning, testing, and giving back through shared presence, sound, and collaboration. For Heuer, engaging with Indonesian music and dance is not an isolated project, but a possible turning point in a longer artistic trajectory.

His inquiry unfolds along two intertwined lines: the meeting of maqam, gamelan, and Renaissance tonal thought through extended just intonation; and the construction—and deliberate destabilization—of long-form harmonic structures shaped by repetition and symmetry.

Project: Tessellated Burgeon

Tessellated Burgeon is a project in becoming.

It takes form as a cycle of electronic compositions that will materialize as a vinyl extended play, while remaining performative—capable of unfolding as a multi-channel concert, open to the presence of acoustic instruments, bodies, and movement. Collaboration is integral to the work. During the residency, Heuer seeks encounters with local musicians and dancers, allowing sound and gesture to co-compose the project. Traces of these encounters—recordings, actions, shared moments—may reappear in a public sharing at the end of the stay.

The project is driven by friction: between playful detail and strict formalism, between color and constraint, between intuition and system. Javanese gamelan operates here not as a stylistic source, but as a conceptual horizon—suggesting layered time, circular return, and collective resonance.

Tessellated Burgeon proposes techno as a form of art music: not a genre to be left behind, but a field to be re-framed, slowed down, and listened to differently. Through extended durations, microtonal inflections, and carefully sculpted transitions, the music opens a space for attention, intimacy, and embodied listening.

Working with Sound

Heuer’s compositions are built from shifting tonal constellations. Pentatonic chords derived from heptatonic scales form the core material, informed by transformed Gregorian modes and maqam traditions such as Rast, Bayati, and Sikah. These systems are re-tuned through extended just intonation, allowing harmony to remain fluid, relational, and unstable.

Repetition and symmetry function as structural anchors, while inversion, modulation, and fragmentation introduce deviation. Harmonic progressions stretch over long arcs, then are cut into, veiled, or eroded, producing temporal shapes that resist linear narrative.

The sonic field is layered: synthetic pads, arpeggiated figures, ornamented melodic lines, and live-played material are woven together with percussive elements drawn from Heuer’s techno practice. Environmental sounds enter not as background, but as texture—an acoustic trace of place. The project grows out of ark (GSXS, 2024), which serves as both origin point and residue.

_______________________________________________________

PRESENTASI PUBLIK

Tessellated Burgeon

Senin, 28 July 2025, 19:30 WIB
At Studio Plesungan

oleh Konstantin Heuer (SEDNOID)
bersama Wukir Suryadi dan Mike Hapsari

Presentasi publik ini bukanlah sebuah penutup, melainkan momen artikulasi.

Tessellated Burgeon dibagikan sebagai sebuah konstelasi langsung dari komposisi elektronik, dibentuk oleh ketegangan yang sama yang mendorongnya dalam proses residensi: antara ketelitian dan keterbukaan, struktur dan pelayangan. Bunyi terhampar sebagai pengalaman spasial, imersif, intim, dan hadir secara fisik. Pertunjukan ini mengundang pendengaran sebagai bentuk perhatian, bukan konsumsi.

Konstantin Heuer adalah komponis musik orkestra, vokal, dan musik kamar, serta produser musik elektronik yang bekerja dalam konteks mendengarkan imersif hingga lantai dansa melalui alias SEDNOID. Praktiknya berakar pada musik Renaisans, Barok, dan Klasik, tradisi gamelan dan maqam, serta riset artistik berkelanjutan mengenai extended just intonation sebagai cara membangun bahasa tonal baru.

Heuer memandang karyanya sebagai sebuah proposisi etis:

“Musik harus menjadi ruang penerimaan dan kepekaan yang menawarkan kejernihan formal, sensasi yang bernuansa, dan kejujuran emosional.”

___________________

Wukir Suryadi

The Forgotten Agricultural Technology Construction (Garu)

The Forgotten Agricultural Technology Construction (Garu) karya Wukir Suryadi mengaktifkan kembali sebuah alat pertanian yang dahulu tertanam dalam kerja keseharian, dan mentransformasikannya menjadi tubuh yang bersuara. Karya ini mendengarkan material sebagai pembawa ingatan—di mana fungsi, sejarah, dan resonansi saling berkelindan.

Melalui improvisasi, garu menjadi antarmuka antara masa lalu dan masa kini, antara kerja dan permainan, antara tanah dan bunyi.

Wukir Suryadi adalah seniman yang bekerja lintas musik, teater, dan bunyi. Lahir di Malang, Jawa Timur, dan kini berbasis di Tingkir, Salatiga, praktiknya bergerak antara keheningan meditatif dan intensitas ritmis. Dikenal melalui instrumen-instrumen ciptaannya sendiri, Wukir berkolaborasi secara luas dengan musisi dan seniman pertunjukan dari berbagai disiplin dan wilayah.

Ia pernah menerima bimbingan informal dari WS Rendra dan I Wayan Sadra, mengikuti residensi di Studio Amsterdam, serta terus aktif tampil dalam berbagai konser dan festival seni di Indonesia maupun secara internasional—sebagai komponis, pembuat instrumen, dan perancang instalasi bunyi.

______________________________

Tessellated Burgeon

Monday, 28 July 2025, 19:30 PM
At Studio Plesungan

 

by Konstantin Heuer (SEDNOID)
with Wukir Suryadi and Mike Hapsari

The public presentation is not a conclusion, but a moment of articulation.

Tessellated Burgeon is shared as a live constellation of electronic compositions, shaped by the same tensions that guide the residency process: rigor and openness, structure and drift. Sound unfolds as a spatial experience—immersive, intimate, and physically present. The performance invites listening as a form of attention rather than consumption.

Konstantin Heuer is a composer of orchestral, vocal, and chamber music, and an electronic music producer working across immersive listening contexts and the dance floor under the alias SEDNOID. His practice draws on Renaissance, Baroque, and Classical music, gamelan and maqam traditions, and ongoing artistic research into extended just intonation as a means of building new tonal languages.

Heuer frames his work as an ethical proposition:

“Music shall be a space of acceptance and sensibility, offering formal clarity, nuanced sensation, and emotional honesty.”

 

Collaborating Artist

Wukir Suryadi

The Forgotten Agricultural Technology Construction (Garu)

Wukir Suryadi’s The Forgotten Agricultural Technology Construction (Garu) reactivates an agricultural tool once embedded in everyday labor, transforming it into a sounding body. The work listens to materials as carriers of memory—where function, history, and resonance overlap.

Through improvisation, the garu becomes an interface between past and present, work and play, land and sound.

Wukir Suryadi is an artist working across music, theater, and sound. Born in Malang, East Java, and based in Tingkir, Salatiga, his practice moves between meditative stillness and rhythmic intensity. Known for his self-built instruments, Wukir collaborates widely with musicians and performance artists across disciplines and geographies.

He has received informal mentorship from WS Rendra and I Wayan Sadra, participated in a residency at Studio Amsterdam, and remains active in concerts and festivals throughout Indonesia and internationally—as a composer, instrument maker, and sound installation artist.