NUR IZZAH

Artist-In-Residence

Nur Izzah

18 – 31 Januari 2025

Nur Izzah berfokus pada eksplorasi tema identitas, pelarian (escapism), dan penceritaan dalam praktik animasinya melalui keterlibatan langsung dengan budaya Jawa. Ia berupaya memperdalam pendekatan naratifnya dengan merespons pengalaman-pengalaman lokal, seperti kunjungan ke museum serta menyaksikan pertunjukan gamelan tradisional.

Terinspirasi oleh pertemuan antara warisan budaya dan seni kontemporer, Nur Izzah membuka ruang kolaborasi dengan seniman lain sekaligus merefleksikan bagaimana narasi tradisional dan modern dapat saling berdialog dan hidup berdampingan dalam ekosistem seni yang dinamis.

Nur Izzah adalah seorang seniman yang berbasis di Singapura. Ia saat ini menempuh pendidikan sarjana dalam program Bachelor of Arts (Honours) Fine Art di Nanyang Academy of Fine Art (NAFA). Sebagai seorang seniman muda yang tinggal di Singapura, Izzah fokus menciptakan berbagai representasi visual untuk mendongeng melalui media digital dan instalasi.

Ia bertujuan menyusun narasi yang mampu menyentuh audiensnya secara mendalam, baik secara emosional maupun intelektual. Sebelum ini, Izzah lulus dari Singapore Polytechnic (SP) dengan Diploma Desain Interior. Dengan pengalaman di bidang desain, ia memanfaatkan keterampilan perangkat lunak dan pengetahuannya untuk menciptakan karya yang lebih beragam

____________

Nur Izzah focuses on exploring themes of identity, escapism, and storytelling within her animation practice through direct engagement with Javanese culture. She seeks to deepen her narrative approach by responding to local experiences, including visits to museums and encounters with traditional gamelan performances.

Inspired by the intersection of cultural heritage and contemporary art, Nur Izzah aims to collaborate with other artists while reflecting on how traditional and modern narratives can coexist and enter into dialogue within a dynamic artistic environment.

Nur Izzah is an artist based in Singapore. She is an Undergraduate Degree student pursuing a Bachelor of Arts (Honours) Fine Art in Nanyang Academy of Fine Art (NAFA). As a student artist residing in Singapore, her artistic endeavors primarily revolve around creating diverse visual representations of storytelling through digital media and installations. 

She aims to craft narratives that deeply resonate with her audience, compelling them to engage on both emotional and intellectual levels. Prior to this, she graduated from Singapore Polytechnic (SP) with a Diploma in Interior Design. With experience in the design field, she uses her software skills and knowledge to create more diverse works. 

Public Presentation

“HIRAETH” 

oleh  Nur Izzah

Rabu, 29 Januari 2025, 13:00 – 15:00 WIB

di Studio Plesungan, Desa Plesungan RT 03 RW 02, Plesungan Gondangrejo, Karanganyar 57181

Hiraeth menelusuri peralihan antar kenyataan sebagai sebuah potret diri. Karya ini mewakili konsep eskapisme, sebuah tema yang kerap dimuncukan dalam karya-karya Izzah.

Proses penciptaan di balik karya “Hiraeth” berakar pada pengamatan dan pengalaman pribadi seniman. Tesisnya yang berjudul ”Digital Masks: Exploring the Authenticity of Identity and Escapism in Online Spaces” menelaah bagaimana identitas di dalam dunia nyata dan ruang digital terbangun dan terarahkan. Animasi ini tertuju pada merrefleksi atas tema-tema tersebut, sebagai metafora atas kecairan identitas dan daya tarik dari kenyataan alternatif.

___________

Hiraeth explores the transition between alternate realities as a self-portrait. The piece visually represents the concept of Escapism, a recurring theme in Izzah’s works. 

The creative process behind Hiraeth was deeply rooted in the artist’s research and personal experiences. Her thesis, Digital Masks: Exploring the Authenticity of Identity and Escapism in Online Spaces, examines how individuals construct and navigate their identities in real life and digital spaces. The animation aims to reflect these themes, as a metaphor for the fluidity of identity and allure of alternate realities

Program ini terbuka untuk umum dan gratis.

Diskusi berlangsung dalam bahasa Inggris dengan penerjemah bahasa Indonesia.