News

Oracle and Sacrifice, sebuah peristiwa pertunjukan oleh Claudia Bosse di Studio Plesungan

STUDIO PLESUNGAN
ON STAGE

ORACLE and SACRIFICE oleh Claudia Bosse / theatercombinat

Selasa, 29 November 2022
Jam 16:00 – 18:00 WIB
di Studio Plesungan

Pada hari Selasa tanggal 29 November 2022, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk menyaksikan sebuah pertunjukan menjelang senja di pelataran Studio Plesungan oleh theatercombinat, sebuah kelompok pertunjukan transdisipliner yang diinisiasi oleh Claudia Bosse. Claudia Bosse adalah seniman pertunjukan dari Wina, Austria yang saat ini sedang melakukan residensi di Studio Plesungan. Pada kesempatan ini, Claudia akan membawakan karya pertunjukan bertajuk “ORACLE and SACRIFICE”.

ORACLE and SACRIFICE terinspirasi oleh bentuk pengorbanan darah dan visi orang-orang Babilonia dan Etruria, di mana masa depan politik dibaca melalui organ-organ hewan yang dikorbankan. Ramalan hati dipraktikkan secara khusus oleh orang-orang Etruska; organ hewan yang dibunuh dalam ritual pengorbanan menjadi praktik yang ditafsirkan dalam karya ini . Claudia bekerja dengan hubungan antara organ dalam tubuh dan dunia. Pecah belah hubungan dalam ramalan dan pengorbanan disalurkan sebagai (menyerupai-)objek dan narasi performatif dengan tubuh dan materi visual, seperti gerak, perubahan, bunyi, bahasa, dan suara.

Pertunjukan ini akan dilanjutkan dengan sesi Bincang Seniman yang dipandu oleh Halim HD sebagai pemantik diskusi.

Pertunjukan ini tidak menarik biaya tiket (gratis).
Penonton diharapkan sedia payung dan jas hujan.

Kontak dan informasi:
HP / WA: 082133229593
website: www.studioplesungan.org
#studioplesungan #theatercombinat #senipertunjukan #surakarta #tari #teater #performanceart

Dalam rangka residensi seni di Studio Plesungan, Claudia Bosse akan berbagi workshop dan seminar

Workshop & Lecture
Claudia Bosse

Minggu, 20 November 2022
13.00 – 18.00 WIB
di Studio Plesungan

Claudia Bosse tinggal di Wina dan Berlin. Ia adalah seorang sutradara, koreografer, dan direktur dari jaringan transdisipliner “theatercombinat”. Karyanya-karyanya bernegosiasi dengan bentuk-bentuk kekerasan, sejarah, dan utopia yang konkrit. Ia memahami perluasan koreografinya sebagai “sebuah seni komunitas temporer” – juga dengan makhluk non-manusia – di dalamnya, ia merajut mitos, rituals, teks, dan arsip dari tubuh, bahasa, benda, dan paduan suara dalam penciptaan karya-karyanya. Di dalam dan luar Eropa, museum, arsitektur, teater, lanskap, dan ruang urban, ia menciptakan karya situs-spesifik, performans, dan intervensi.
Claudia aktif mengajar sebagai professor tamu, menyampaikan kuliah dan menulis beberapa publikasi. Ia menginisasi dan berpartisipasi dalam beberapa proyek penelitian, dan terus bekerjasama dengan seniman dan ilmuwan dari berbagai genre.

Saat ini Claudia Bosse bersama Teatercombinat sedang berada di Studio Plesungan sebagai seniman residensi. Akhir dari residensi ini, mereka akan mementaskan “Oracle and Sacrifice”, salah satu karya mereka yang diproduksi pada tahun 2020 dengan adaptasi di lingkungan alam Studio Plesungan.

Pada workshop ini, Claudia Bosse akan memberikan metode kerja artistiknya tentang pemikiran ekologis, tubuh, dan ruang. Workshop akan mengikutsertakan praktik yang berhubungan dengan tubuh dan ruang, serta material dari karya-karyanya yang telah dikerjakan maupun yang sedang dalam proses penciptaan.

Workshop ini terbuka untuk peserta dengan latar belakang tari, teater, dan seni performans. Jumlah peserta terbatas dan wajib mengikuti seluruh rangkaian workshop. Workshop ini tidak menarik biaya pendaftaran (gratis).

Workshop diadakan di Studio Plesungan:
Desa Plesungan RT 03 RW 02, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar 57181

Pendaftaran dibuka sampai tanggal 18 November 2022
Registrasi dapat dilakukan dengan menghubungi:
+62 821-3322-9593 (Razan/Verina)

AGUS MARGIYANTO

Studio Plesungan
On Stage

“ANJASMARA” oleh Agus Margiyanto

Karya tari “Anjasmara” (2022) yang diproduksi oleh Agus “Mbendhol“ Margiyanto akan dipentaskan pada On Stage edisi kesepuluh, sebuah program rutin yang diadakan oleh Studio Plesungan. Pada karya ini, Agus “Mbendhol“ menawarkan penafsiran atas tokoh Anjasmara dalam cerita rakyat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan Majapahit.
Anjasmara dikisahkan berpisah dengan Damarwulan, merelakannya pergi menuju medan perang. Perasaan sedih, khawatir, dan takut menyatu dengan rasa cinta Anjasmara kepada suaminya. Anjasmara adalah sosok perempuan tegar yang berjuang melawan pikiran dan perasaannya sendiri, untuk melangkah menuju masa depan. Anjasmara berharap perang segera berakhir sehingga ia bisa melanjutkan kembali kisah cintanya dengan suaminya, karena Ia yakin cintanya menyertai setiap langkah dan laku suaminya. Anjasmara hidup dalam penantian yang abadi, dipenuhi dengan berbagai perasaan yang ia tumpahkan dalam ruang kesendirian.
Dalam karya “Anjasmara“, Agus Margiyanto menuangkan penafsirannya atas nilai kesetiaan, pengabdian dan kedamaian dalam penceritaan tokoh perempuan Anjasmara melalui tubuh tari yang bergerak menjelajahi ruang-ruang imajiner. Kumpulan imajinasi yang muncul dari tubuh dan ruang mengungkap sosok Anjasmara yang sejati saat berada dalam kesendirian. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini. Koreografi untuk penari tunggal ini menampilkan paduan antara kelembutan, kekuatan, keberanian, keliaran, kerapuhan, keputusasaan, dan pengharapan dalam susunan koreografi berdurasi 45 menit.

 

Agus ‘Mbendol’ Margiyanto pernah aktif sebagai anggota dan aktor dalam kelompok Teater Ruang Solo pada tahun 1997-2002. Ia secara spesifik mempelajari koreografi di Jurusan tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Sebagai seorang penari, ia pernah belajar sekaligus terlibat dalam sejumlah karya dari beberapa seniman, diantaranya : Suprapto Suryodarmo, Deddy Luthan, Ely D. Luthan, Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, Jarot B. Darsono, Fajar Satriadi, Slamet Gundono, S. Pamardi, Atilah Soeryajaya, Garin Nugroho, Hiroshi Koike, Don Mamouney, Sawung Jabo, Chen Shi-Zeng, LeineRoebana Dance Company, Katsura Kan, Angela Liong, Sen Hea Ha, Ines Somellera, Retno Sulistyorini, Boby Ari S., Rianto, dan beberapa koreografer dan seniman lainnya.
Agus Margiyanto adalah salah satu pendiri dan anggota Komunitas IE (Independent Expression) Solo. Ia pernah terlibat dalam beberapa program: diantaranya Arts Exchange Asia + Taksu Galeri ( A Theatrical Installation of dance, visual, and sound ) dengan judul Middle Mountain Mirror-Mirror di Galeri Taksu Jakarta (2003); Choreographers Lab + Residency Program Presentasion – Goethe Institut (2015-2016), presentasi dilaksanakan di Indonesia, Belgia, dan Jerman; serta Undisclosed territory #11 di Studio Plesungan. Ia juga terlibat dalam beberapa Workshop di Indonesia, diantaranya : Astad Debbo (india), Katsura Kan (Jepang), LeineRoebana (Belanda), Garin Nugroho (Indonesia), Marcus Doshi (USA), dan beberapa workshop lainnya.
Sebagai seorang koreografer, Agus Margiyanto telah menciptakan beberapa karya tari, diantaranya: “… & …” (2001), SATU (2001), Day-Lama (2003), Tubuh Dalam Tubuh (203), Hari ke-50 (2006), Ya disini… (2007), Asmara Jinurung Puja (2007), ME-I (2009), Pergola (2009), Praying Space (2011), Simpangampat (2013), Tubuh Relief (2018), HOLD (2018 & 2019), Miracle Space (2020), TWO METERS (2021) – karya bersama Luluk Ari Prasetya.

Koreografer : Agus Margiyanto
Penata Musik : Wirid Nugroho
Penari : Retno Sulistyorini
Penata Lampu : Yonek
Kostum : Retno Tan

Hari dan Tanggal : Kamis, 17 Maret 2022
Waktu: Pukul 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesepuluh menghadirkan Anjasmara, karya Agus Margiyanto. Terinspirasi oleh karakter Anjasmara dalam Serat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan kerajaan Majapahit, karya ini akan disajikan sebagai koreografi untuk penari tunggal. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini.

___

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket: Luna
HP / WA: 082133229593
Email: luna@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

Voice and Inner Movement Workshop with Anjeline De Dios, Phd (Manila)

VOICE AND INNER MOVEMENT: A SHARING-WORKSHOP SESSION

Sunday, November 13th, 2022
10:00 – 13:00

at Studio Plesungan

Free Admission !

 

 

Using themes gleaned from their personal and training experiences, the facilitator will conduct a two-part sharing and workshopping session for the group to collectively explore vocal sounding as a primary modality of inner movement. ‘Voice’ is introduced as a multi-layered notion that can move between different scales and times of the self: from one’s most intimate and psychological sense of ‘I’ to a shared social-political identity with a community, other species, and life itself. To deepen this reflection, participants are invited to explore the creative and physical act of vocalising—through tones, textures, utterances, etc—after two short preparatory exercises in vocal sound production (diaphragmmatic breathing and glottal awareness). The group improvisation exercise will be loosely supported through sonic cues provided by the facilitator, until it organically comes to a close. The session closes with participants each sharing and listening to one another’s  impressions of the improvised chant.

ANJELINE DE DIOS (b.1982, Manila) is a chant artist who explores listening and other sonic infrastructures of healing. Jeline’s formative experiences of singing in her home communities of family and university choir eventually led to her specialising in Western classical and popular styles of vocal performance. Parallel to her singing, she maintained an exploratory meditation practice in hatha yoga, Jesuit contemplative, vipassana, Tibetan, ayahuasca, and nondual Christian contexts. She also pursued academic degrees in philosophy (BA, MA, Ateneo de Manila University), applied ethics (MA, Linkoping University), and cultural geography (PhD, National University of Singapore), where she studied the cultural politics of work, migration, sound, and identity. She is co-editor of the Elgar Handbook on the Geographies of Creativity (Elgar, 2020) and is writing a monograph based on her dissertation on migrant Filipino musicians.

From 2015, Jeline has blended her varied histories of learning into an interdisciplinary performance inquiry that ‘listens to listening’ as a guiding ethic of healing and creative potential. In private listening sessions and public workshop offerings, she uses her practices of improvised loop chanting and ethnographic research to facilitate sonic experiences of inner resonance and collective thinking. Her pedagogical approach is informed by her teaching and research experiences as a transnational Filipina academic, notably as Postdoctoral Fellow at the Asia Research Institute (2016) and as Assistant Professor in the Department of Cultural Studies at Lingnan University, Hong Kong (2017-2021). Anjeline’s performance experience is rooted in collaborations across/from Southeast Asia with artists and collectives such as Ryan Villamor, Tusa Montes, Ea Torrado/Daloy DC, WSK, and White Space Wellness (PH); Spring Workshop Improvised Music Collective, Ascolto Studio, and Wong Kit Yi (HK); Singing Bowl Gallery and HOM Studio (SG); and Mele Yamomo, Carla Boregas, and Ballhaus Naunyanstrasse (DE). She recently completed the Regional Open Source Hardware and Art (ROSA) group residency at Lifepatch and Hackteria (Yogyakarta), where she conducted listening workshops at Kebun Kali Code, Omah Kebun, and Studio Plesungan (Solo). She lives in Quezon City, Philippines. Her website is anjeline.net.

 

 

Puri Senja hadir dengan karya “The Other Half”

Studio Plesungan
On Stage

“The Other Half” oleh Puri Senja Apriliani

Hari dan Tanggal : Rabu, 27 Juli 2022
Waktu : 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesebelas menghadirkan The Other Half, karya Puri Senja Apriliani.
Pada karya ini, Puri melihat sejarah tubuhnya sebagai perempuan hadir merespon tatapan sosial di dalam lingkungan hidupnya. Gestur, nafas, dan gerak otot menyalurkan ekspresi tubuh Puri di dalam koreografi berdurasi 25 menit.

Koreografer dan Penari : Puri Senjani Apriliani @me_purisenja
Penata Musik : I Wayan M. Dhamma N @narayanasandhy
Penata Cahaya : Yonek @yonekLight

Bincang Seniman
Moderator dan pemantik diskusi
Dewi Candraningrum @dewicandraningrum
__

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket:
HP / WA: 082133229593
Atau di
https:https://bit.ly/3RPupAk

website: www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

OnStage menghadirkan karya Agus Margiyanto : ANJASMARA

Studio Plesungan

On Stage

“ANJASMARA” oleh Agus Margiyanto

Hari dan Tanggal : Kamis, 17 Maret 2022
Waktu: Pukul 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesepuluh menghadirkan Anjasmara, karya Agus Margiyanto. Terinspirasi oleh karakter Anjasmara dalam Serat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan kerajaan Majapahit, karya ini akan disajikan sebagai koreografi untuk penari tunggal. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini.

Koreografer : Agus Margiyanto @amargiyanto
Penata Musik : Wirid Nugroho @wiridnugroho
Penari : Retno Sulistyorini @ennodance
Penata Cahaya : Yonek @yonekLight

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket:
HP / WA: 082133229593
Atau di
https://bit.ly/3w4Ndmy

website: www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

Undisclosed Territory #13_ Performing Distance

Undisclosed Territory #13 hadir di Surakarta dan Yogyakarta

Performance Art Laboratory (PALA) Project dan Undisclosed Territory #13 hadir dengan rangkaian program laboratorium dan presentasi karya performans.
Merespon situasi pandemi saat ini, Studio Plesungan mengundang dan mempertemukan sepuluh seniman performans dalam kerangka narasi tentang jarak, tubuh dan kesadaran yang merujuk pada lingkungan sosial, budaya dan alam. Performing Distance (Menghadirkan Jarak) merupakan tema yang diangkat untuk menelusuri kemungkinan dalam menyalurkan gagasan performatif yang muncul dari berbagai latar belakang praktik para seniman peserta. PALA Project merupakan laboratorium seni yang kali ini dilakukan secara daring dan telah berlangsung sejak 11 Desember 2021 hingga 8 Februari 2022. Selama dua bulan ini, seniman peserta melakukan proses penciptaan karya-karya performans baru yang akan ditampilkan dalam Undisclosed Territory #13, di Surakarta pada tanggal 16 Februari 2022, dan di Yogyakarta pada tanggal 19 Februari 2022.
Dikarenakan kondisi pandemi yang mengharuskan adanya pembatasan, penonton bisa datang hanya dalam jumlah yang sangat terbatas. Walaupun demikian, karya-karya mereka juga bisa disaksikan melalui siaran langsung dari kanal Youtube Studio Plesungan.
Sebagai penutup rangkaian program ini, Bincang Seni akan diadakan pada tanggal 20 Februari 2022, dengan menghadirkan perbincangan bersama sepuluh seniman peserta tentang proses penciptaan karya-karya mereka. Acara ini terbuka secara daring dan bisa disaksikan tayang langsung di kanal Youtube.

PALA Project dan Undisclosed Territory #13 menampilkan karya-karya performans dari
Fitri Setyaningsih, Densiel Prisma Y Lebang, Abdi Karya, Arsita Iswardhani, Flourish Sekarjati, I Made Yogi Sugiartha, Monica Hapsari, Gilang Anom Manapu Manik, Syska La Veggie, Ragil Dwi Putra.

Performance Art Laboratory Project (PALA Project) adalah program rutin, yang diselenggarakan sejak tahun 2007. Program ini ditujukan untuk menyediakan ruang riset kreatif dan profesional serta sarana perkembangan bagi seniman yang menggunakan tubuh sebagai wahana utama berkaryanya. PALA Project menciptakan kerangka laboratorium yang leluasa, dan terbuka untuk mengembangkan, menantang, dan mendukung pemajuan praktik seni performans dengan memfasilitasi seniman untuk menjelajahi gagasan dan pemahaman atas pengaruh keragaman kondisi sosial, politik dan budaya terhadap penciptaan karya seni performansnya. Dalam laboratorium seni ini, terjadi proses pertukaran praktik dengan melakukan pemahaman interkultural, presepsi filosofis, serta pendekatan teknis dan metodologis.

Undisclosed Territory merupakan event internasional yang diadakan untuk memperkuat platform seni performans dan mengembangkan wacana tentangnya dalam skala yang dinamis. Program ini juga menyediakan ruang dan waktu kepada seniman untuk berinteraksi dengan publik. Melalui aktivitas ini, Undisclosed Territory bertujuan untuk membuka lapisan pemahaman baru tentang seni performans dari berbagai perspektif, latar belakang sejarah, serta pengaruh dan proses artistik yang berhubungan dengan konteks sosio-kultural. „undisclosed territory“ menjangkau keterbukaan batas-batas dan mempertemukan ruang-ruang antara seni performans, seni rupa, dan seni pertunjukan dengan fokus pada praktik dan presentasi karya-karya, baik dari seniman muda berkembang dan seniman yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bidang seni performans.

Studio Plesungan adalah ruang non-profit yang terorganisir dan yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya performance art dan bidang lain yang berkaitan dengan senirupa, sasta, tari, teater dan musik. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.

PALA Project and Undisclosed Territory #13 –“Performing Distance” didukung oleh Kantor Luar Negeri Federal Jerman, Goethe Institut dan mitra lainnya melalui International Relief Fund 2021 untuk organisasi Pendidikan dan Kebudayaan.

Terima kasih
Salam budaya

Studio Plesungan

Nara hubung: Luna (+62 821-3322-9593)

On Stage Mengawali Tahun dengan Konser Musik SENYAWA

ON STAGE – Edisi Khusus

SENYAWA
Live Concert
Hari& Tanggal : Kamis, 27 Januari 2022
Jam : 19:30–22:00 WIB
Tempat : Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
(Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta)

Sejak terbentuknya di tahun 2010, Senyawa hadir dalam percaturan musik dunia dengan kekhasan komposisi musik ekperimentalnya. Melalui kekuatan bunyi yang merupakan perpaduan eksplorasi vokal Rully Shabara yang sangat kaya dalam corak suaranya, dengan kedalaman ragam bunyi intsrumen musik yang dibawakan dan diciptakan oleh Wukir Suryadi, Senyawa akan mengajak penonton On Stage memasuki cakrawala bunyi ragam motif tradisional Indonesia yang menyatu dengan hibrida musik kontemporer.

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. ON STAGE dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

Tiket:
Early Bird : Rp. 50.000
On the Spot : Rp. 75.000

Contact Person:
HP / Whatsapp 0821-3322-9593
Pembelian tiket:
https://docs.google.com/forms/d/1Zp9rbjl8r07mpx9SoK47S1iSaA0K_NIjiQQp45HR5-c/edit

Email: info@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org

SENYAWA

Senyawa

On Stage – Edisi khusus

Hari dan Tanggal  : Kamis, 27 Januari 2022

Waktu : Pukul 19:30 – 22:00 WIB

Tempat : Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta

Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

 

On Stage ke Sembilan hadir dalam edisi khususnya dengan menghadirkan konser musik dari Senyawa, sebuah grup musik eksperimental asal Yogyakarta yang sudah dikenal secara internasional. Sejak terbentuknya di tahun 2010, Senyawa hadir dalam percaturan musik dunia dengan kekhasan komposisi musik ekperimentalnya. Melalui kekuatan bunyi yang merupakan perpaduan eksplorasi vokal Rully Shabara yang sangat kaya dalam corak suaranya, dengan kedalaman ragam bunyi intsrumen musik yang dibawakan dan diciptakan oleh Wukir Suryadi, Senyawa akan mengajak penonton On Stage memasuki cakrawala bunyi ragam motif tradisional Indonesia yang menyatu dengan hibrida musik kontemporer.

Senyawa telah tampil di banyak festival dan klub under ground ternama di seluruh dunia  seperti MONA FOMA Festival di Tasmania, Art Basel Switzerland, Café Oto di London, Cyptic  Festival Glasgow, Resonate Festival Belgrade Serbia, Festival CTM di Berlin, RBMA Brasil, Festival Jazz Kopenhagen, Festival UNSOUND Polandia, Festival Clandestino di Swedia, Teatro Degollado di Meksiko, Lab San Francisco, Festival Victoriaville di Kanada, Pioneer Works di NYC dan Oct Loft Jazz Festival di Cina. Pada tahun 2018, Senyawa meraih Penghargaan Green Room Award for Best Music Composition and Sound Design dan di 2017  dari Ars Electronica Award untuk Digital Music and Sound.

Senyawa telah berkolaborasi dan tampil dengan banyak musisi terkenal seperti Stephen O`Malley,  Yoshida Tatsuya, Robert AA Lowe, Otomo Yosihide, Lucas Abela, KK Null, Keiji Haino, Rabih Beaini, Greg Fox, Arrington De Dionyso, Melt Banana, Damo Suzuki, Jerome Cooper, Justin Vernon, Oren Ambarchi, David Shea, Trevor Dunn dan Kazu Ushihashi. Pada tahun 2012 mereka berkolaborasi dengan pembuat film asal Prancis Vincent Moon untuk sebuah film documenter berjudul Calling The New Gods.

Pada masa pandemi, Senyawa merilis album baru `Alkisah` dengan lebih dari 40 label di seluruh dunia dan dikutip oleh The New York Times sebagai jukebox global baru untuk masa depan industri musik internasional.

 

PENGHARGAAN

Komposisi Musik dan Desain Suara Terbaik 2018

Green Room Award, Australia

Konser Terbaik Tahun 2016

Majalah Tempo, Indonesia

Penghargaan Pilihan Editor 2016

Rolling Stone Indonesia

Musik dan Suara Digital Terbaik 2017

Penghargaan Ars Electronica, Internasional

Skor Asli Terbaik (Nominasi) 2017

Penghargaan Helpmann, Australia

 

DISKOGRAFI

Senyawa (2010) – Ya Tidak Musik Gelombang

Senyawa dengan Kazuhisa Uchihashi (2012) – Bomba Records

Senyawa Live in Grubs (2012) – DualPlover

Senyawa DVD Live dalam Mona Foma (2012) – Peer Production

Memanggil Dewa-Dewa Baru, Senyawa Live in Java, film Vincent Moon (2012) – Petit Planetes

Senyawa DVD Live in Malang, Indonesia (2013) – Kebun Binatang Film

Senyawa dengan Arrington deDionyso (2013)

Acaraki (2014) – Plover Ganda/Anggrr

Senyawa/Pisang Leleh (2014) — Anggrrr

Mahanyawa (2014) – Bomba Records

Menjadi (2015) – Rekor Morfin

Redose-3 (2014) – Catatan Morfin

(Puncak) (2016) – Brønshøj

Memanggil Dewa Baru (2017) – Okraina Records

Sujud (2018) – Frekuensi Sublim

Sesi Latihan (2019) – Senyawa Mandiri

Senyawa dan Stephen O`Malley – Bima Sakti (2020) – IDEAL

Alkisah (2021) – Beberapa label

 

On Stage adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali yang ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. On Stage dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

 

Studio Plesungan adalah ruang nir-laba yang didirikan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2012 di Desa Plesungan, Karanganyar. Studio Plesungan merupakan ruang terorganisir yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya seni performan, seni rupa dan seni pertunjukan lainnya. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.

Tiket:
Early Bird : Rp. 50.000
On the Spot : Rp. 75.000

Contact Person:
HP / Whatsapp 0821-3322-9593
Pembelian tiket:
https://docs.google.com/forms/d/1Zp9rbjl8r07mpx9SoK47S1iSaA0K_NIjiQQp45HR5-c/edit

Email: info@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org

Karya – karya Video dan Seni Performans akan hadir di On Stage : TANDA DAN INGATAN

GO TO EXHIBITION PAGE

On Stage _ Pameran Video dan Live Performance
Hari dan Tanggal : Jumat, 8 Oktober 2021 Pukul 19:00 WIB dan
Sabtu, 9 Oktober 2021 Pukul Pukul 10:00 – 22:00 WIB
Tempat : Galeri Besar – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

Untuk kedelapan kalinya, On Stage akan diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Oktober dan Sabtu, 9 Oktober 2021 di Galeri Besar Taman Budaya Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini, On Stage menghadirkan karya-karya seni performans dan video performans dari 18 seniman. Mereka adalah Achri Hendratno, Dani S. Budiman, Dimas Eka Prasinggih, Ferry Alberto Lesar, I Made Yogi Sugiartha, Luna Dian Setya, Megatruh Banyu Mili, Mekratingrum Hapsari, Muhammad Bangkit Syamsudin, Muhammad Hasyim, Razan Wirjosandjojo, Sekar Tri Kusuma, Sulaiman, Suntoro Aji Nugroho, Yezyuruni Forinti, Annastasya Verina Aryanti dan Gabriella Hasianna.

Sebagian besar dari peserta pameran ini telah mengikuti proses pembelajaran dalam Kelas Melati Suryodarmo di Studio Plesungan sejak tahun 2020. Seiring dengan keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas program dan acara, mereka telah menghasilkan beberapa karya seni performans dan video performans.
Dikuratori oleh Melati Suryodarmo, pameran ini akan menampilkan beberapa video dokumentasi performans diantaranya dari keikutsertaan mereka pada program “A day of public actions for freedom and democracy”, sebuah program aksi performans internasional yang diinisiasi oleh Equinox x Equinox, sebuah kolektif seni performans dari Jerman. Pada bulan Maret 2021, para seniman yang bergabung pada pameran ini ikut serta merespon peristiwa kudeta militer di Myanmar melalui sebuah aksi kolektif internasional bertajuk Transnation. Serangkaian karya video pendek “Raimu”, yang merupakan hasil telisik atas tema identitas manusia juga akan ditayangkan.
Pada bulan November 2020, Kelas Melati Suryodarmo melakukan “Pilgrim” sebuah ziarah alam di daerah pesisir Pacitan, Jawa Timur sebagai program khusus dari Undisclosed Territory #12. Film dokumenter pendek tentang kegiatan ini juga akan bisa ditonton selama pameran berlangsung,
Digerakkan oleh telisik atas ingatan dan hubungannya dengan benda-benda yang terkait sebagai penanda ingatan tersebut, pameran dua hari ini akan menampilkan tujuh aksi performans berdurasi panjang yaitu “Me Time” karya Dani S. Budiman, “Is it enough?” karya Dimas Eka Prasinggih, “Satu Hari untuk Mengingat”, karya Mekratingrum Hapsari, “Surga di telapak kaki siapa ”, karya Razan Wirjosandjojo, “Safe Space to Save”, karya Sekar Tri Kusuma, “Water is Live” karya Sulaiman dan “Ari-ari” karya Suntoro Aji Nugroho.
On Stage adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali yang ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. On Stage dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

Studio Plesungan adalah ruang nir-laba yang didirikan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2012 di Desa Plesungan, Karanganyar. Studio Plesungan merupakan ruang terorganisir yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya seni performan, seni rupa dan seni pertunjukan lainnya. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.

Contact Person: Luna
(HP / Whatsapp 0821 3322 9593 )
Email: luna@studioplesungan.org