ON STAGE

DANI S. BUDIMAN

BURUH TUBUH

Tradisi ebeg sebagai ruang pertama yang mengakrabkan diri saya dengan tari. Melalui karya Buruh Tubuh saya mencoba menengahkan persoalan-persoalan yang muncul berdasarkan praktik-praktik yang saya alami didalam kesenian ebeg. Karya ini mengangkat tema eksploitasi dengan melakukan tinjauan mengenai hubungan relasi kuasa pada terbentuknya kenyataan dalam kehidupan berkesenian dimasa lalu. Adanya pengalaman rasa sakit yang bersumber dari praktik – praktik didalam ruang kesenian Ebeg sebagai sebuah dampak yang muncul secara dominan mengiringi kehidupan saya selaku koreografer. Keterlibatan saya dalam kesenian ebeg yang senantiasa dihadapkan dengan praktik wuru atau dalam istilah lain trance, cenderung membahayakan diri saya. Mengingat praktik tersebut bersifat manipulatif, yang senyatanya dipelajari sebagai bagian dari proses kreatif latihan dan dikreasikan melalui pola-pola tertentu serta kesadaran penuh. Pola-pola tersebut saya peroleh dari beberapa orang sejak usia sepuluh tahun dengan bentuk pelatihan yang keras serta meninggalkan rasa sakit.

Bentangan atas pengalaman ketubuhan tersebut terjadi karena adanya represi dari pimpinan kelompok kesenian, sehingga muncul aturan dari dalam yang menormalkan. Sehingga muncul pertanyaan terkait “apakah hubungan yang tercipta dari pola semacam itu menjadi hal yang normal atau malah merugikan”? lalu “mengapa jenis praktik yang membahayakan keselamatan pelakunya masih dipertahankan”?. Pertanyaan semacam itu yang senantiasa mengiringi proses penciptaan karya Buruh Tubuh, menimbang ketaatan saya untuk menjalankan aktifitas berkesenian ebeg dengan giat merupakan sebuah tuntutan karena adanya semacam struktur diskursif yang menjamin upah tinggi dari kualitas yang baik. Sehingga adanya sistem upah dalam realitas praktik berkesenian semacam ini mengarahkan saya pada pembahasan tentang sudut pandang relasi kuasa terhadap pola-pola pemekerjaan (mekanisme profesi buruh) yang terjadi di dalam realitas kesenian ebeg.

Koreografi: Dani S. Budiman
Komposisi Musik: Nut Pamurbo dan Arianto
Penata Cahaya: Riski Ade Pradista
Tahun penciptaan : 2021

 

Tentang Dani S. Budiman

Dani lahir di Cilacap, tahun 1999. Saat ini tinggal dan bekerja di Surakarta. Dani mulai mengenal tari sejak usia tujuh tahun. Tergabung dalam kelompok kesenian ebeg “Tri Waluyo Sari” yang berada diwilayah kampung halamannya. Bersamaan dengan itu Dani juga mempelajari karawitan Banyumas dari Misno Aris Susanto. Sejak tahun 2018, Dani mulai intensif mendalami tari sejak masuk Institut Seni Indonesia Surakarta, dengan mengambil jurusan Seni Tari. Bagi Dani, berkesenian merupakan terapi, melalui berkesenian mampu membantu kesadaran atas kondisi pikiran dan mental yang berada pada realitas. Dani melakukan proses kerja tubuh sebagai upaya bertutur untuk mengungkapkan realitas kehidupan melalui karya dengan berbagai cara dan pendekatan. Dani juga mempelajari keilmuan dalam tari baik dalam perspektif tradisi maupun kontemporer.

Saat ini dani menelisik tubuhnya melalui kelas intensif bersama Melati Suryodarmo. Dani telah terlibat dalam beberapa produksi pertunjukan di bawah beberapa seniman, diantaranya, Melati suryodarmo (Lapse), Otniel Tasman (Amongster, Lengger Laut dan Nosheheorit), Rianto (Mantra Tubuh), Razan Wirjosandjojo (Amygdala) Greatsia Yobel Yunga (Sara), Laras Wiswalendya (Mingsri), dan lainnya. Dani juga mulai mendalami proses artistik dan mulai menciptakan karya – karyanya sendiri, yaitu: Red chair (2020), Me Time (2021), Jerat Jerit (2021), Buruh Tubuh (2022).

Buruh Tubuh karya Dani S. Budiman akan hadir pada On Stage

Studio Plesungan
On Stage

“BURUH TUBUH” oleh Dani S. Budiman

Hari dan Tanggal : Jumat, 20 Januari 2023
Waktu: Pukul 19:30 – 22:00 WIB
Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage ketigabelas kali ini menghadirkan “Buruh Tubuh”, sebuah karya dari Dani S.Budiman yang mengungkap pengalaman biografisnya dalam menghadapi realitas kesenian tradisional di antara ruang domestik dan ruang profesional. Koreografi “Buruh Tubuh” merupakan perangkatnya untuk menghadirkan kembali berbagai kenyataan praktik eksploitasi dan manipulasi dalam kesenian Ebeg.

Koreografi: Dani S. Budiman
Komposisi Musik: Nut Pamurbo dan Arianto
Penata Cahaya: Riski Ade Pradista

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Bincang Seniman bersama Bapak Wahyu Santosa Prabowo

Moderator: Halim HD

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket:
HP / WA: 082133229593
atau di
http://bit.ly/3ZFlkxF

website: www.studioplesungan.org

CLAUDIA BOSSE

“ORACLE AND SACRIFICE” OLEH CLAUDIA BOSSE (THEATERCOMBINAT)

Apakah mungkin untuk membaca ekologi lingkungan, ruang sekitarnya, keputusan politik dunia dan kondisi kosmik melalui organ tubuh? atau apakah kita menemukan bentuk masa depan masyarakat di dalam tubuh bagian dalam? Bagaimana jika masa depan terkandung di dalam organ tubuh kita? ORACLE and SACRIFICE adalah evakuasi masa kini melalui aksi puitis yang mengeksplorasi masa depan dan masa lalu menuju ramalan dan pengorbanan yang menyentuh bagian dalam dan luar tubuh dan bagian dalam dan luar dunia kita.

ORACLE and SACRIFICE terinspirasi oleh bentuk pengorbanan darah dan visi orang-orang Babilonia dan Etruria, di mana masa depan politik dibaca melalui organ-organ hewan yang dikorbankan. Ramalan hati dipraktikkan secara khusus oleh orang-orang Etruska; organ hewan yang dibunuh dalam ritual pengorbanan menjadi praktik yang ditafsirkan dalam karya ini. Para cendekiawan, selanjutnya disebut Haruspicius  (baca: haru: viscera), membaca peristiwa dan menafsir transmisi kosmik dunia dari hati domba, untuk memberikan rekomendasi untuk keputusan politik. Dalam ramalan hati, perhatian terhadap makrokosmos diperoleh dari mikroorganisme di dalam hati. Organ menjadi wahana dari ramalan puitis dan komunikasi dengan masa depan. Bisa jadi, pengorbanan adalah ritual dari kesepakatan bersama yang berhubungan dengan trauma dalam menuntut perlindungan kolektif yang terancam punah.

Melalui riset ini, Claudia bekerja dengan hubungan antara organ dalam tubuh dan dunia. Pecah belah hubungan dalam ramalan dan pengorbanan disalurkan sebagai (menyerupai-)objek dan narasi performatif dengan tubuh dan materi visual, seperti gerak, perubahan, bunyi, bahasa, dan suara. Sebuah koreografi, sebuah ritual sebagai pertumbuhan laku, sebagai perenungan terhadap ketidakpastian masa depan. Ini tidak lebih dari seputar tubuh kita, organ kita, hubungan mereka kepada dunia, mayat , dan keadaan sebuah komunitas hidup.

ORACLE and SACRIFICE adalah karya tunggal yang dibawakan oleh Claudia Bosse, dengan instrumen bunyi elektronik oleh Günther Auer. Karya ini telah dipentaskan pada Impulstanz – Vienna International Dance Festi

val, Theater Im Pumpenhaus, Tanzquartier Wien – Centre for Contemporary Choreography and Performance, dan lain-lain. Selama residensi mereka di Studio Plesungan, Theatercombinat  mementaskan karya ini di pelataran Studio Plesungan dengan beberapa adaptasi yang disesuaikan dengan konteks dan situasi di Solo.

 

Oracle and Sacrifice, sebuah peristiwa pertunjukan oleh Claudia Bosse di Studio Plesungan

STUDIO PLESUNGAN
ON STAGE

ORACLE and SACRIFICE oleh Claudia Bosse / theatercombinat

Selasa, 29 November 2022
Jam 16:00 – 18:00 WIB
di Studio Plesungan

Pada hari Selasa tanggal 29 November 2022, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk menyaksikan sebuah pertunjukan menjelang senja di pelataran Studio Plesungan oleh theatercombinat, sebuah kelompok pertunjukan transdisipliner yang diinisiasi oleh Claudia Bosse. Claudia Bosse adalah seniman pertunjukan dari Wina, Austria yang saat ini sedang melakukan residensi di Studio Plesungan. Pada kesempatan ini, Claudia akan membawakan karya pertunjukan bertajuk “ORACLE and SACRIFICE”.

ORACLE and SACRIFICE terinspirasi oleh bentuk pengorbanan darah dan visi orang-orang Babilonia dan Etruria, di mana masa depan politik dibaca melalui organ-organ hewan yang dikorbankan. Ramalan hati dipraktikkan secara khusus oleh orang-orang Etruska; organ hewan yang dibunuh dalam ritual pengorbanan menjadi praktik yang ditafsirkan dalam karya ini . Claudia bekerja dengan hubungan antara organ dalam tubuh dan dunia. Pecah belah hubungan dalam ramalan dan pengorbanan disalurkan sebagai (menyerupai-)objek dan narasi performatif dengan tubuh dan materi visual, seperti gerak, perubahan, bunyi, bahasa, dan suara.

Pertunjukan ini akan dilanjutkan dengan sesi Bincang Seniman yang dipandu oleh Halim HD sebagai pemantik diskusi.

Pertunjukan ini tidak menarik biaya tiket (gratis).
Penonton diharapkan sedia payung dan jas hujan.

Kontak dan informasi:
HP / WA: 082133229593
website: www.studioplesungan.org
#studioplesungan #theatercombinat #senipertunjukan #surakarta #tari #teater #performanceart

AGUS MARGIYANTO

Studio Plesungan
On Stage

“ANJASMARA” oleh Agus Margiyanto

Karya tari “Anjasmara” (2022) yang diproduksi oleh Agus “Mbendhol“ Margiyanto akan dipentaskan pada On Stage edisi kesepuluh, sebuah program rutin yang diadakan oleh Studio Plesungan. Pada karya ini, Agus “Mbendhol“ menawarkan penafsiran atas tokoh Anjasmara dalam cerita rakyat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan Majapahit.
Anjasmara dikisahkan berpisah dengan Damarwulan, merelakannya pergi menuju medan perang. Perasaan sedih, khawatir, dan takut menyatu dengan rasa cinta Anjasmara kepada suaminya. Anjasmara adalah sosok perempuan tegar yang berjuang melawan pikiran dan perasaannya sendiri, untuk melangkah menuju masa depan. Anjasmara berharap perang segera berakhir sehingga ia bisa melanjutkan kembali kisah cintanya dengan suaminya, karena Ia yakin cintanya menyertai setiap langkah dan laku suaminya. Anjasmara hidup dalam penantian yang abadi, dipenuhi dengan berbagai perasaan yang ia tumpahkan dalam ruang kesendirian.
Dalam karya “Anjasmara“, Agus Margiyanto menuangkan penafsirannya atas nilai kesetiaan, pengabdian dan kedamaian dalam penceritaan tokoh perempuan Anjasmara melalui tubuh tari yang bergerak menjelajahi ruang-ruang imajiner. Kumpulan imajinasi yang muncul dari tubuh dan ruang mengungkap sosok Anjasmara yang sejati saat berada dalam kesendirian. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini. Koreografi untuk penari tunggal ini menampilkan paduan antara kelembutan, kekuatan, keberanian, keliaran, kerapuhan, keputusasaan, dan pengharapan dalam susunan koreografi berdurasi 45 menit.

 

Agus ‘Mbendol’ Margiyanto pernah aktif sebagai anggota dan aktor dalam kelompok Teater Ruang Solo pada tahun 1997-2002. Ia secara spesifik mempelajari koreografi di Jurusan tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Sebagai seorang penari, ia pernah belajar sekaligus terlibat dalam sejumlah karya dari beberapa seniman, diantaranya : Suprapto Suryodarmo, Deddy Luthan, Ely D. Luthan, Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, Jarot B. Darsono, Fajar Satriadi, Slamet Gundono, S. Pamardi, Atilah Soeryajaya, Garin Nugroho, Hiroshi Koike, Don Mamouney, Sawung Jabo, Chen Shi-Zeng, LeineRoebana Dance Company, Katsura Kan, Angela Liong, Sen Hea Ha, Ines Somellera, Retno Sulistyorini, Boby Ari S., Rianto, dan beberapa koreografer dan seniman lainnya.
Agus Margiyanto adalah salah satu pendiri dan anggota Komunitas IE (Independent Expression) Solo. Ia pernah terlibat dalam beberapa program: diantaranya Arts Exchange Asia + Taksu Galeri ( A Theatrical Installation of dance, visual, and sound ) dengan judul Middle Mountain Mirror-Mirror di Galeri Taksu Jakarta (2003); Choreographers Lab + Residency Program Presentasion – Goethe Institut (2015-2016), presentasi dilaksanakan di Indonesia, Belgia, dan Jerman; serta Undisclosed territory #11 di Studio Plesungan. Ia juga terlibat dalam beberapa Workshop di Indonesia, diantaranya : Astad Debbo (india), Katsura Kan (Jepang), LeineRoebana (Belanda), Garin Nugroho (Indonesia), Marcus Doshi (USA), dan beberapa workshop lainnya.
Sebagai seorang koreografer, Agus Margiyanto telah menciptakan beberapa karya tari, diantaranya: “… & …” (2001), SATU (2001), Day-Lama (2003), Tubuh Dalam Tubuh (203), Hari ke-50 (2006), Ya disini… (2007), Asmara Jinurung Puja (2007), ME-I (2009), Pergola (2009), Praying Space (2011), Simpangampat (2013), Tubuh Relief (2018), HOLD (2018 & 2019), Miracle Space (2020), TWO METERS (2021) – karya bersama Luluk Ari Prasetya.

Koreografer : Agus Margiyanto
Penata Musik : Wirid Nugroho
Penari : Retno Sulistyorini
Penata Lampu : Yonek
Kostum : Retno Tan

Hari dan Tanggal : Kamis, 17 Maret 2022
Waktu: Pukul 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesepuluh menghadirkan Anjasmara, karya Agus Margiyanto. Terinspirasi oleh karakter Anjasmara dalam Serat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan kerajaan Majapahit, karya ini akan disajikan sebagai koreografi untuk penari tunggal. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini.

___

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket: Luna
HP / WA: 082133229593
Email: luna@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

PURI SENJA

ONSTAGE

“THE OTHER HALF”

OLEH PURI SENJANI APRILIANI

Rabu, 27 Juli 2022
Pukul 13:00 – 14:00 WIB

di

Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta

Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

Tubuh tersusun atas pengalaman yang tercerap dalam ruang pikir dan jiwa. Layaknya otak yang menyimpan imaji atas kenangan, tubuh bergerak dan bekerja dengan merawat sensasi dari kenangan masa lalu. Puri mencoba membuka ruang-ruang tersebut untuk memahami kecenderungan gerak-gerik tubuhnya yang memiliki caranya tersendiri. Ekspresi ini tertuang dalam karya koreografi “The Other Half” oleh Puri Senjani Apriliani yang akan hadir di ON STAGE edisi kesebelas, tanggal 27 Juli 2022 pukul 19.30 WIB.

Pada karya ini, Puri mengulas kenangan masa lalunya yang membangun daya hadir tubuhnya. Puri menelusuri respon tubuh atas “tatapan sosial” yang ia temui di kesehariannya. Gestur, nafas, dan gerak otot menyalurkan ekspresi ingatan tubuh Puri di ruang hidupnya dulu dan hari ini. Wujud ekspresi ini hadir di dalam koreografi berdurasi 25 menit. Karya ini dikoreografi dan ditarikan oleh Puri Senjani Apriliani dengan komposisi musik oleh I Wayan M. Dhamma N.

Puri Senjani Apriliani lahir di Surabaya tahun 1994. Puri mulai mendalami tari dan praktik kerja artistiknya pada tahun 2012 di Universitas Negeri Surabaya, jurusan S1 Pendidikan Sendratasik (Seni Tari, Drama, dan Musik). Puri juga tergabung dalam komunitas Sawung Dance Studio dan Surabaya Stage Dance, komunitas tari di Surabaya yang bergerak dalam bidang tari tradisi dan kontemporer. Karyanya “The Other Half” telah dipentaskan di beberapa festival tari di Indonesia. Pada tahun 2022, karya ini dipentaskan pada program OPEN STAGE – Cont.act Contemporary Dance Festival, Singapura. Saat ini, Puri aktif sebagai penari, koreografer, dan pelatih tari. Ia mengembangkan praktik ketubuhannya dengan merespon pengalaman empiris perempuan, mengangkat isu sosial, dan kesetaraan gender. Puri juga sedang melanjutkan studinya di Pascasarjana ISI Yogyakarta.

On Stage adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali yang ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. On Stage dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

Studio Plesungan adalah ruang nir-laba yang didirikan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2012 di Desa Plesungan, Karanganyar. Studio Plesungan merupakan ruang terorganisir yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya seni performan, seni rupa dan seni pertunjukan lainnya. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.

Puri Senja hadir dengan karya “The Other Half”

Studio Plesungan
On Stage

“The Other Half” oleh Puri Senja Apriliani

Hari dan Tanggal : Rabu, 27 Juli 2022
Waktu : 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesebelas menghadirkan The Other Half, karya Puri Senja Apriliani.
Pada karya ini, Puri melihat sejarah tubuhnya sebagai perempuan hadir merespon tatapan sosial di dalam lingkungan hidupnya. Gestur, nafas, dan gerak otot menyalurkan ekspresi tubuh Puri di dalam koreografi berdurasi 25 menit.

Koreografer dan Penari : Puri Senjani Apriliani @me_purisenja
Penata Musik : I Wayan M. Dhamma N @narayanasandhy
Penata Cahaya : Yonek @yonekLight

Bincang Seniman
Moderator dan pemantik diskusi
Dewi Candraningrum @dewicandraningrum
__

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket:
HP / WA: 082133229593
Atau di
https:https://bit.ly/3RPupAk

website: www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

OnStage menghadirkan karya Agus Margiyanto : ANJASMARA

Studio Plesungan

On Stage

“ANJASMARA” oleh Agus Margiyanto

Hari dan Tanggal : Kamis, 17 Maret 2022
Waktu: Pukul 19:30 – 22:00 WIB
*dilanjutkan dengan Bincang Seniman

Tempat:
TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

On Stage kesepuluh menghadirkan Anjasmara, karya Agus Margiyanto. Terinspirasi oleh karakter Anjasmara dalam Serat Damarwulan yang ditulis pada masa keruntuhan kerajaan Majapahit, karya ini akan disajikan sebagai koreografi untuk penari tunggal. Melalui perjalanan panjangnya sebagai penari, aktor dan koreografer, kali ini Agus Margiyanto akan mengajak penonton untuk menelusuri cara pandang atas keperempuanan melalui pemaknaan kembali kisah epik kuno ke waktu yang kini.

Koreografer : Agus Margiyanto @amargiyanto
Penata Musik : Wirid Nugroho @wiridnugroho
Penari : Retno Sulistyorini @ennodance
Penata Cahaya : Yonek @yonekLight

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di Teater Arena – TBJT Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, semua penonton wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Harga Tiket:
Kategori A (on the spot umum) Rp25.000;
Kategori B (on the spot pelajar) Rp20.000;
Kategori C (early booking umum) Rp20.000;
Kategori D (early booking pelajar) Rp 15.000

Kontak dan pemesanan tiket:
HP / WA: 082133229593
Atau di
https://bit.ly/3w4Ndmy

website: www.studioplesungan.org

#studioplesungan #onstage #senipertunjukan #contemporarydance #tarikontemporer #performingarts #senipertunjukan #tari #dance

On Stage Mengawali Tahun dengan Konser Musik SENYAWA

ON STAGE – Edisi Khusus

SENYAWA
Live Concert
Hari& Tanggal : Kamis, 27 Januari 2022
Jam : 19:30–22:00 WIB
Tempat : Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
(Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta)

Sejak terbentuknya di tahun 2010, Senyawa hadir dalam percaturan musik dunia dengan kekhasan komposisi musik ekperimentalnya. Melalui kekuatan bunyi yang merupakan perpaduan eksplorasi vokal Rully Shabara yang sangat kaya dalam corak suaranya, dengan kedalaman ragam bunyi intsrumen musik yang dibawakan dan diciptakan oleh Wukir Suryadi, Senyawa akan mengajak penonton On Stage memasuki cakrawala bunyi ragam motif tradisional Indonesia yang menyatu dengan hibrida musik kontemporer.

ON STAGE adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali di teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. ON STAGE diadakan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. ON STAGE dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

Tiket:
Early Bird : Rp. 50.000
On the Spot : Rp. 75.000

Contact Person:
HP / Whatsapp 0821-3322-9593
Pembelian tiket:
https://docs.google.com/forms/d/1Zp9rbjl8r07mpx9SoK47S1iSaA0K_NIjiQQp45HR5-c/edit

Email: info@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org

SENYAWA

Senyawa

On Stage – Edisi khusus

Hari dan Tanggal  : Kamis, 27 Januari 2022

Waktu : Pukul 19:30 – 22:00 WIB

Tempat : Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta

Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126 Surakarta

 

On Stage ke Sembilan hadir dalam edisi khususnya dengan menghadirkan konser musik dari Senyawa, sebuah grup musik eksperimental asal Yogyakarta yang sudah dikenal secara internasional. Sejak terbentuknya di tahun 2010, Senyawa hadir dalam percaturan musik dunia dengan kekhasan komposisi musik ekperimentalnya. Melalui kekuatan bunyi yang merupakan perpaduan eksplorasi vokal Rully Shabara yang sangat kaya dalam corak suaranya, dengan kedalaman ragam bunyi intsrumen musik yang dibawakan dan diciptakan oleh Wukir Suryadi, Senyawa akan mengajak penonton On Stage memasuki cakrawala bunyi ragam motif tradisional Indonesia yang menyatu dengan hibrida musik kontemporer.

Senyawa telah tampil di banyak festival dan klub under ground ternama di seluruh dunia  seperti MONA FOMA Festival di Tasmania, Art Basel Switzerland, Café Oto di London, Cyptic  Festival Glasgow, Resonate Festival Belgrade Serbia, Festival CTM di Berlin, RBMA Brasil, Festival Jazz Kopenhagen, Festival UNSOUND Polandia, Festival Clandestino di Swedia, Teatro Degollado di Meksiko, Lab San Francisco, Festival Victoriaville di Kanada, Pioneer Works di NYC dan Oct Loft Jazz Festival di Cina. Pada tahun 2018, Senyawa meraih Penghargaan Green Room Award for Best Music Composition and Sound Design dan di 2017  dari Ars Electronica Award untuk Digital Music and Sound.

Senyawa telah berkolaborasi dan tampil dengan banyak musisi terkenal seperti Stephen O`Malley,  Yoshida Tatsuya, Robert AA Lowe, Otomo Yosihide, Lucas Abela, KK Null, Keiji Haino, Rabih Beaini, Greg Fox, Arrington De Dionyso, Melt Banana, Damo Suzuki, Jerome Cooper, Justin Vernon, Oren Ambarchi, David Shea, Trevor Dunn dan Kazu Ushihashi. Pada tahun 2012 mereka berkolaborasi dengan pembuat film asal Prancis Vincent Moon untuk sebuah film documenter berjudul Calling The New Gods.

Pada masa pandemi, Senyawa merilis album baru `Alkisah` dengan lebih dari 40 label di seluruh dunia dan dikutip oleh The New York Times sebagai jukebox global baru untuk masa depan industri musik internasional.

 

PENGHARGAAN

Komposisi Musik dan Desain Suara Terbaik 2018

Green Room Award, Australia

Konser Terbaik Tahun 2016

Majalah Tempo, Indonesia

Penghargaan Pilihan Editor 2016

Rolling Stone Indonesia

Musik dan Suara Digital Terbaik 2017

Penghargaan Ars Electronica, Internasional

Skor Asli Terbaik (Nominasi) 2017

Penghargaan Helpmann, Australia

 

DISKOGRAFI

Senyawa (2010) – Ya Tidak Musik Gelombang

Senyawa dengan Kazuhisa Uchihashi (2012) – Bomba Records

Senyawa Live in Grubs (2012) – DualPlover

Senyawa DVD Live dalam Mona Foma (2012) – Peer Production

Memanggil Dewa-Dewa Baru, Senyawa Live in Java, film Vincent Moon (2012) – Petit Planetes

Senyawa DVD Live in Malang, Indonesia (2013) – Kebun Binatang Film

Senyawa dengan Arrington deDionyso (2013)

Acaraki (2014) – Plover Ganda/Anggrr

Senyawa/Pisang Leleh (2014) — Anggrrr

Mahanyawa (2014) – Bomba Records

Menjadi (2015) – Rekor Morfin

Redose-3 (2014) – Catatan Morfin

(Puncak) (2016) – Brønshøj

Memanggil Dewa Baru (2017) – Okraina Records

Sujud (2018) – Frekuensi Sublim

Sesi Latihan (2019) – Senyawa Mandiri

Senyawa dan Stephen O`Malley – Bima Sakti (2020) – IDEAL

Alkisah (2021) – Beberapa label

 

On Stage adalah program rutin Studio Plesungan yang menampilkan karya seni pertunjukan setiap dua bulan sekali yang ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya-karya kontemporer melalui penyajian karya seniman terpilih dan bincang publik bersama seniman. On Stage dirancang juga untuk meningkatkan silaturahmi antar pekerja seni mandiri dan khalayak seni yang lebih luas.

 

Studio Plesungan adalah ruang nir-laba yang didirikan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2012 di Desa Plesungan, Karanganyar. Studio Plesungan merupakan ruang terorganisir yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya seni performan, seni rupa dan seni pertunjukan lainnya. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.

Tiket:
Early Bird : Rp. 50.000
On the Spot : Rp. 75.000

Contact Person:
HP / Whatsapp 0821-3322-9593
Pembelian tiket:
https://docs.google.com/forms/d/1Zp9rbjl8r07mpx9SoK47S1iSaA0K_NIjiQQp45HR5-c/edit

Email: info@studioplesungan.org
www.studioplesungan.org