PUBLIC PRESENTATION
Cita Rasa dari Solo dan Kyoto: Koreografi dari Budaya Memasak
Kenta Masukawa, seorang seniman pertunjukan yang kini berdomisili di Kyoto, melakukan residensi seni selama satu bulan di Studio Plesungan, untuk mengembangkan praktik artistiknya yang erat dengan budaya kuliner. Dalam penciptaan karya pertunjukannya telah dikembangkan di Kyoto, Kenta menciptakan skor koreografi dari proses pengolahan resep masakan yang kemudian dijadikannya acuan gerak dan memasak. Selama masa residensinya, Kenta menelusuri beragam budaya memasak melalui kunjungan lapangan dan lokakarya di berbagai wilayah Kota Solo.
Pada hari Minggu (11/1) Kenta akan memaparkan proses penciptaannya yang bertumbuh dari perjumpaan antara budaya lokal dan pengalaman tubuh dalam aktivitas memasak. Pengalaman-pengalaman tersebut kemudian diolah dan diperdalam sebagai bagian dari riset artistik yang membentuk kerangka karya dan pendekatan koreografinya.
Pada kesempatan yang sama, Kyoto Art Center turut hadir untuk memperkenalkan lembaga mereka serta memaparkan gambaran umum praktik seni kontemporer di kawasan Kyoto. Presentasi ini akan menyoroti dinamika gagasan yang berkembang di wilayah tersebut, sekaligus mengulas bagaimana lanskap budaya Kyoto menghadirkan kondisi dan karakter yang berbeda dibandingkan dengan Tokyo atau kota lainnya di Jepang.
Presentasi ini merupakan tahap akhir dari program Artist-In-Residence ini yang diselenggarakan oleh Studio Plesungan dengan kolaborasi dan dukungan dari Kyoto Art Center, berjalan selama satu bulan sejak 18 Desember 2025 sampai 18 Januari 2026.
Kenta Masukawa lahir di Tokyo dan saat ini berbasis di Kyoto, di mana ia bekerja sebagai koreografer dan penari.Praktiknya dipengaruhi oleh praktik seni gerak butoh, yang ia temui selama masa kuliahnya, karyanya mengeksplorasi tari sebagai ruang untuk memahami kembali tubuh dan perubahannya bersama dengan modernitas. Praktiknya melibatkan pengembangan bahasa koreografi yang secara aktif mengolah cara cerapan, baik bagi penari maupun penonton. Dalam penelitian terbarunya, ia berfokus pada masakan dan budaya makanan Jepang dari periode sebelum perang hingga pasca perang di Jepang. Penelitian ini membentuk pengembangan skor gerak / tarinya saat ini, yang ia susun sebagai “resep” untuk memasak menggunakan kata-kata.
Kyoto Art Center adalah sebuah institusi seni kontemporer yang berlokasi di pusat Kota Kyoto, Jepang. Didirikan pada tahun 2000, lembaga ini menempati gedung bekas Sekolah Dasar Meirin, sebuah bangunan bersejarah yang merefleksikan warisan budaya Kyoto. Dikelola oleh Kyoto Arts and Culture Foundation, Kyoto Art Center berfungsi sebagai wadah bagi penciptaan, riset, dan pertukaran artistik. Lembaga ini mendukung beragam praktik seni, termasuk seni rupa, tari, teater, dan seni pertunjukan tradisional, melalui pameran, pertunjukan, program residensi, lokakarya, serta program dukungan bagi seniman. Dengan menjembatani tradisi dan praktik kontemporer, Kyoto Art Center berperan penting dalam mendorong dialog antara seniman, komunitas lokal, dan jejaring internasional.
Studio Plesungan adalah ruang seni yang didirikan oleh Melati Suryodarmo pada tahun 2012 di Desa Plesungan, Karanganyar. Studio Plesungan merupakan ruang terorganisir yang menyediakan kesempatan untuk riset, proses kreatif, presentasi karya khususnya seni performans, seni rupa dan seni pertunjukan lainnya. Studio Plesungan menyediakan ruang-ruangnya untuk program workshop, kuliah terbuka, pengkajian, diskusi umum dan artist in residence. Studio Plesungan berpihak pada prinsip pengolahan kedaulatan ilmu dan ekonomi para pelaku kesenian serta peningkatan sumber daya manusia terutama di bidang penciptaan dan produk pengetahuan.
Presentasi Publik
Hari dan Tanggal Waktu : Minggu, 11 Januari 2026
Pukul : 15:00 – 17:00 WIB
Tempat : Studio Plesungan
Desa Plesungan RT03/RW02, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah 57181
Contact Person: Verina (HP / Whatsapp 0821 3322 9593 )
Email: info@studioplesungan.org