
On Stage
Sabtu, 25 Januari 2025
Pukul 20.00 WIB – selesai
Studio Plesungan, Desa Plesungan RT03/RW02, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah 57181
Narahubung: Verina (HP/WhatsApp: 0821 3322 9593)
“aku otw, sayangku”
oleh Afrizal Malna
Studio Plesungan membuka program On Stage edisi ke-21 sebagai penanda awal tahun 2025. Edisi ini akan digelar pada Sabtu, 25 Januari 2025, bertempat di Studio Plesungan, Karanganyar. Dalam kesempatan ini, On Stage menampilkan karya puisi “aku otw, sayangku” oleh Afrizal Malna.
“aku otw, sayangku” adalah judul buku puisi terbaru Afrizal Malna yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk cetak, karena sejak awal diciptakan sebagai karya digital. Puisi-puisi dalam buku ini lahir dari eksperimen Afrizal selama masa pandemi, yang berangkat dari pertemuan antara dua kondisi: teknologi digital dan pembatasan ruang gerak sosial. Kumpulan puisi ini juga memantulkan romantika kontemporer seputar fenomena “bucin” (budak cinta), sekaligus menyinggung persoalan regenerasi menuju hadirnya generasi baru.
Kumpulan puisi ini juga memiliki keterkaitan langsung dengan forum Festival Puisi Jelek yang digelar pada tahun 2021 melalui laman Instagram @artdown_forum. Forum ini digagas bersama Syska La Veggie dan menampilkan puisi-puisi yang diciptakan khusus untuk konten media sosial. Melalui buku puisi ini, Afrizal mengajukan pertanyaan kritis mengenai bagaimana pandemi Covid-19 dan komunikasi berbasis internet turut mendefinisikan ulang puisi dalam konteks ancaman terhadap masa depan—meliputi isu lingkungan, kesehatan, hingga kemungkinan-kemungkinan baru yang ditawarkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
On Stage #21
Saturday, 25 January 2025
8:00 PM WIB – onwards
Studio Plesungan, Desa Plesungan RT03/RW02, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Central Java 57181
Contact Person: Verina (Phone / WhatsApp: +62 821 3322 9593)
“aku otw, sayangku”
A poetry performance by Afrizal Malna
Studio Plesungan opens its 2025 program calendar with the 21st edition of On Stage, held on Saturday, 25 January 2025 at Studio Plesungan in Karanganyar. This edition presents aku otw, sayangku, a poetry work by Afrizal Malna. The title, aku otw, sayangku (translated as “I’m on my way, my love”), comes from a yet-unpublished digital poetry book by Afrizal. These poems were born from Afrizal’s experiments during the pandemic, emerging from the interplay between two forces: digital technology and social mobility restrictions. The collection also reflects on the contemporary romantic behavior often referred to in Indonesian pop culture as bucin (short for budak cinta, or “love slave”), touching on generational shifts and the arrival of new forms of expression.
The poems in aku otw, sayangku are closely connected to the 2021 Festival Puisi Jelek (Bad Poetry Festival), hosted via the Instagram platform @artdown_forum, a digital forum co-initiated with Syska La Veggie. The platform featured poetry created specifically for social media content. Through this body of work, Afrizal questions how Covid-19 and internet communication have redefined poetry amidst looming threats to the future—particularly concerning the environment, public health, and emerging AI-based technologies.
Sebagai penulis dan penyair, Afrizal Malna juga aktif mengeksplorasi performans puisi melalui media digital. Sebagian karya tersebut dibagikan melalui kanal YouTube pribadinya, antara lain dalam seri teater masker yang dibuat pada masa pandemi. Selain itu, puisi-puisinya juga banyak diunggah melalui akun Instagram @malna.a.
Pada tahun 2021, ia menggagas Festival Puisi Jelek bersama Syska La Veggie melalui akun @artdown_forum. Sepanjang tahun 2023, Afrizal turut berpartisipasi dalam berbagai forum seni dan sastra, seperti Temu Seni Performance Indonesia Bertutur di Tubaba (Lampung), Djakarta Theater Platform International, Panggung Pantura di Semarang, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Aruh Sastra Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Flores Writing Festival di Maumere, serta Borobudur Writers & Cultural Festival di Malang.
Beberapa buku terbarunya antara lain: Performance Art dan Medan Pasca-Seni (Diva Press, Yogyakarta 2023), Tiket Masuk Bioskop Autobiografi (JBS, Yogyakarta 2023), Revisi Telur Dadar Mentah (Diva Press, Yogyakarta 2024), dan Document Shredding Museum, diterjemahkan oleh Daniel Owen (World Poetry Books, New York 2024).
Afrizal Malna dinobatkan sebagai Tokoh Seni Pilihan Majalah Tempo tahun 2020 atas bukunya Prometheus Pinball, dan saat ini menjabat sebagai anggota Akademi Jakarta untuk periode 2020–2025.
As a poet and writer, Afrizal Malna has created numerous poetry performances using digital media, many of which are shared via his YouTube channel. Among them is a mask theater series developed during the pandemic. Other poems are published on his Instagram account (@malna.a). In 2021, Afrizal and Syska La Veggie initiated the Festival Puisi Jelek through the @artdown_forum account.
Throughout 2023, Afrizal actively participated in various performance and literary forums including:
“Temu Seni Performance Indonesia Bertutur” in Tubaba (Lampung),
Djakarta Theater Platform International,
Panggung Pantura in Semarang,
Yogyakarta Cultural Festival,
Aruh Sastra Kalimantan Selatan in Banjarmasin,
Flores Writing Festival in Maumere,
and the Borobudur Writers & Cultural Festival in Malang.
His recent publications include:
-
Performance Art. Dan Medan Pasca-Seni (Diva Press, Yogyakarta, 2023)
-
Tiket Masuk Bioskop Autobiografi (JBS, Yogyakarta, 2023)
-
Revisi Telur Dadar Mentah (Diva Press, Yogyakarta, 2024)
-
Document Shredding Museum, translated by Daniel Owen (New York: World Poetry Books, 2024)
Afrizal was named one of Tempo magazine’s Artists of the Year in 2020 for his book Prometheus Pinball. He is also a member of the Jakarta Academy (2020–2025).
