Lai, Yu-Feng

ON STAGE

Rabu, 3 September 2025

19:30 WIB – selesai

di Teater Arena

Taman Budaya Jawa Tengah

The Alluvium of Kanaluvan 

Lai, Yu-Feng

2025

45 menit

The Alluvium of Kanaluvan mengeksplorasi tanah sebagai situs yang menampung sekaligus menyimpan ingatan serta perubahan budaya. Melalui kerja tari, karya ini mengupas “cangkang kosong” sejarah penjajahan atas Taiwan untuk menyingkap lapisan-lapisan ingatan yang terpendam di dalam bumi. Gerakannya berpaut dengan ombak, pasir, dan kehidupan yang terombang-ambing oleh angin serta laut, bagaikan butiran pasir yang tak pernah menetap.

Kehadiran “tembakan” menjadi jangkar temporal yang kuat, menandai awal pertempuran antara budaya asing dan sejarah adat. Sistem mata uang, bahasa, dan agama menyelinap masuk seperti hembusan angin laut, perlahan mengubah dasar-dasar kehidupan di lembah pegunungan. Karya ini berupaya menggali dan menyingkap jejak perubahan yang tak dapat diubah kembali, dengan keyakinan bahwa tembakan tersebut tidak hanya menggema di antara pegunungan, tetapi juga meninggalkan bekas pada ingatan setiap generasi. Bekas itu menjadi lintasan sejarah yang dibagi bersama oleh tubuh dan tanah.

Lai, Yu-Feng adalah seorang seniman tari dan kreator khususnya dalam koreografi dan kolaborasi interdisipliner. Karyanya mengeksplorasi esensi tari, mengintegrasikan budaya lokal dan seni virtual untuk menemukan bahasa kreatif baru di persimpangan antara tari, kemanusiaan, budaya, dan teknologi. Ia berdedikasi untuk mendorong dialog dan integrasi antara tari kontemporer dan humaniora untuk mengeksplorasi masa depan bentuk seni ini.

ON STAGE

Wednesday, 3 September 2025

19:30 WIB – selesai

di Teater Arena

Taman Budaya Jawa Tengah

The Alluvium of Kanaluvan 

Lai, Yu-Feng

2025

45 minutes

Centering on the theme of land, The Alluvium of Kanaluvan explores its profound significance as a vessel for memory and a site for cultural transformation. Through dance, we peel away the “hollow shell” left by colonial history to reveal the authentic memories stored in the earth below, the accumulation of waves and sand, and the lives of people tossed about by the wind and sea like grains of sand. 

The “gunshot” serves as a powerful temporal anchor, symbolizing the start of the collision between foreign cultures and tribal history. The infiltration of currency, language, and religion, like a sea breeze, fundamentally altered life in the valley. The work captures and amplifies these profound and irreversible traces of change, aiming to convey that the echo of the gunshot not only reverberates through the mountains but also leaves an imprint on the memory of each generation, becoming a linear history shared by the body and the land. 

Lai, Yu-Feng is a dance artist and creator specializing in choreography and interdisciplinary collaboration. His work explores the essence of dance, integrating local culture and virtual art to find new creative languages at the intersection of dance, humanity, culture, and technology.He is dedicated to fostering dialogue and integration between contemporary dance and the humanities to explore the future of the art form.