
ON STAGE
Sabtu, 16 November 2024
20:00 WIB
di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah
Jl. Ir Sutami 57, Kentingan, Surakarta 57126
_____________________________________
Kincia Aia: Cultural Jamming
oleh Rani Jambak
Studio Plesungan kembali menghadirkan On Stage edisi ke-20 pada Sabtu, 16 November 2024 di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. Kali ini, On Stage menampilkan karya Kincia Aia: Cultural Jamming oleh Rani Jambak. Kincia Aia merupakan hasil kebudayaan masyarakat Minangkabau yang digunakan secara kolektif sebagai sistem irigasi persawahan sekaligus alat untuk menumbuk bahan makanan menjadi tepung.
Pada tahun 2022, Rani Jambak merancang dan mengalihfungsikan Kincia Aia menjadi sebuah instrumen musik, memadukan sistem kinetik tradisional dengan teknologi sensor. Transformasi fungsi Kincia Aia ini membuka kemungkinan baru dalam penciptaan komposisi musik dengan tempo yang cenderung statis, diperkaya oleh beragam bunyi hasil field recording yang telah dikumpulkan Rani sejak tahun 2019.
Setelah satu tahun berdomisili di Surakarta, Rani terdorong untuk mengeksplorasi potensi dialog lintas budaya melalui interaksi Kincia Aia dengan instrumen musik dari berbagai latar tradisi. Lewat pendekatan jamming dan improvisasi, Kincia Aia: Cultural Jamming menghadirkan ruang pertemuan bagi gagasan dan ekspresi musikal yang beragam, serta membuka cakrawala baru bagi perkembangan wacana Kincia Aia dalam konteks kontemporer.
ON STAGE
Sabtu, 16 November 2024
20:00 WIB
di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah
Jl. Ir Sutami 57, Kentingan, Surakarta 57126
_____________________________________
Kincia Aia: Cultural Jamming
by Rani Jambak
Kincia Aia: Cultural Jamming — Rani Jambak’s Journey from Food Technology to Musical Instrument
Studio Plesungan returns with the 20th edition of On Stage on Saturday, 16 November 2024, at Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. This edition features Kincia Aia: Cultural Jamming, a performance by Rani Jambak. Kincia Aia is a cultural innovation of the Minangkabau people, traditionally used as a communal irrigation system for rice fields and as a tool for grinding food ingredients into flour.
In 2022, Rani redesigned and repurposed Kincia Aia into a musical instrument, integrating traditional kinetic systems with sensor technology. This transformation opened new possibilities for musical composition with a steady tempo, enriched by a wide range of sounds gathered from field recordings Rani has been collecting since 2019.
After residing in Surakarta for a year, Rani became interested in exploring the interaction between Kincia Aia and musical instruments from other cultural backgrounds. Through jamming and improvisation, Kincia Aia: Cultural Jamming creates a space for intercultural dialogue in music, offering new perspectives for the evolution of Kincia Aia in a contemporary context.
Rani Jambak adalah seorang komposer, produser, perancang instrumen, dan vokalis berdarah Minangkabau asal Medan. Setelah menyelesaikan studi Master of Creative Industries di Macquarie University, Sydney, Rani memulai karier solonya. Ia mengeksplorasi musik elektronik dan soundscape yang dikumpulkannya dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada November 2022, Rani Jambak menerima penghargaan The Oram Awards untuk kategori Internasional atas inovasinya dalam bidang suara, musik, dan teknologi, yang diserahkan dalam perhelatan Huddersfield Contemporary Music Festival 2022.
Rani Jambak is a composer, producer, instrument designer, and vocalist of Minangkabau heritage, born in Medan. After completing her Master of Creative Industries at Macquarie University in Sydney, she began her solo career. Rani explores electronic music and soundscapes gathered from diverse regions across Indonesia. In November 2022, she received The Oram Awards in the International Category for her innovation in sound, music, and technology, presented at the Huddersfield Contemporary Music Festival.


