On Stage

OVERGANG
by SOLADI
Hari dan Tanggal :Selasa, 31 Maret 2026
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Tempat : Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah
Jl. Ir. Sutami No.57, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57731
ON STAGE edisi ke-27 kali ini menyajikan sejumlah karya komposer Soladi yang menawarkan eksplorasi musikal yang terinspirasi dari elemen-elemen khas keroncong, dengan menempatkan peralihan sebagai pusat eksplorasi. Dalam konteks musik keroncong, overgang merujuk pada peralihan dari satu bagian ke bagian lain dalam struktur sebuah lagu. Melalui karya ini, peralihan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar bagian, melainkan hadir sebagai
pengalaman musikal yang otonom. Perubahan tempo, modulasi, serta variasi ritmis dan melodis diolah untuk menegaskan transisi sebagai medan ekspresi, refleksi, dan proses menjadi. Melalui karya ini, Soladi ingin menawarkan cara pandang alternatif dalam membaca musik keroncong, sekaligus menghadirkan overgang sebagai gagasan yang merefleksikan pemahaman kita tentang peralihan di masa kini.
The 27th edition of ON STAGE presents compositional pieces by music composer Soladi that offers musical exploration inspired by the characteristic elements of keroncong, placing transition at the center of the exploration. In the context of keroncong, overgang refers to the transition from one section to another within the structure of a song. In this work, transitions are not merely connectors between sections but are presented as a complete musical experience. Changes in tempo, modulation, as well as rhythmic and melodic variations are processed to emphasize transition as a process of becoming. Through this piece, Soladi seeks to offer an alternative perspective on listening to keroncong, while presenting overgang as a concept that reconsiders our perception of transitions in the present day.
Soladi, lahir dan tumbuh di Surakarta. mulai berkesenian sejak usia sekitar 15 tahun. Soladi mulai menjalani pendidikan formal yang berfokus pada musik di SMKN 8 Surakarta pada jurusan Seni Musik Non-Klasik, kemudian melanjutkan studi S1 Etnmusikologi dan S2 Kajian Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Perjalanan musikalnya bermula dari musik keroncong, sebuah genre yang pada saat itu relatif jarang diminati oleh generasi muda. Dalam praktik kreatif, Soladi menempuh dua arah yang berjalan beriringan dan konsisten. Soladi secara aktif menggarap keroncong melalui pendekatan konservatif dengan tetap mencipta karya-karya yang berpijak pada bentuk dan kaidah baku. Di
sisi lain, ia juga mengeksplorasi keroncong dengan mendobrak konvensi-konvensi yang mapan. Eksplorasi ini berkembang lebih jauh pada tahun 2023 ketika ia mulai memasuki ranah musik kontemporer. Pada tahun 2024, Soladi memulai kelompok musik kontemporer “Soladi en de Overgang” di Surakarta, sebagai wadah eksplorasi musikal yang lebih berani. Melalui kelompok ini, Soladi mencoba mengeksplorasi instrumen dan konsep dalam musik keroncong agar menjadi sesuatu yang baru dan segar. Saat ini “Soladi en de Overgang” mempunyai 4 komposisi dan 1 komposisi hasil interpretasi karya Sono Seni Ensemble.
Soladi was born and raised in Surakarta and began his artistic journey around the age of 15. He pursued formal music education at SMKN 8 Surakarta in the Non-Classical Music program, followed by a bachelor’s degree in Ethnomusicology and a master’s degreein Arts Studies at the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Surakarta. His musical journey began with keroncong, a genre that at the time was relatively rarely embraced by younger generations. In his creative practice, Soladi follows two parallel and consistent paths. He actively works on keroncong through a conservative approach, creating pieces grounded in established forms and rules. At the same time, he explores keroncong by challenging conventional norms. This experimental approach further developed in 2023 when he began venturing into contemporary music. In 2024, Soladi founded the contemporary music ensemble Soladi en de Overgang in Surakarta, as a platform for bolder musical exploration. Through this ensemble, he experiments with instruments and concepts in keroncong to create something fresh and new. Currently, Soladi en de Overgang has four original compositions and one interpretation of a piece by Sono Seni Ensemble.

