Artist In Residency
Ashley Ho + Domenik Naue
17 – 29 March 2024

Selama residensi di Studio Plesungan, Ashley Ho & Domenik Naue melanjutkan riset jangka panjang mereka yang berfokus pada tema kehilangan (loss) dan transformasi. Berangkat dari penelusuran arsip dan dokumen keluarga dari dua latar budaya yang sangat berbeda, proyek ini menjadi kelanjutan dari karya sebelumnya, “paper tears”, yang mengeksplorasi duka dan kehilangan melalui pertemuan performatif yang intim sekaligus kolektif.
Dalam proyek terbaru mereka yang berjudul sementara “Last Portrait”, Ho dan Naue memperdalam pendekatan tersebut dengan menghadirkan dua narasi personal yang lebih eksplisit, masing-masing berakar pada sejarah keluarga mereka. Karya ini mengajukan pertanyaan tentang bagaimana perpisahan dan kehilangan dipahami dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda: apa yang pergi, apa yang kembali, dan bagaimana pengalaman kehilangan membentuk cara keluarga mendokumentasikan diri dan ingatan mereka.
Selama residensi, mereka membagikan draf awal karya serta bereksperimen dengan gerak dan bahasa tubuh yang berangkat dari praktik merawat, kerja domestik, dan berkebun. Studi tubuh ini menjadi bagian dari proses memahami kehilangan tidak semata sebagai pengalaman duka, tetapi juga sebagai ruang transformasi, keberlanjutan, dan kemungkinan baru.
“Last Portrait” dikembangkan lintas lokasi sepanjang tahun 2024, termasuk di Over het IJ dan Dansateliers Rotterdam (Belanda), Studio Plesungan (Indonesia), serta Oriente Occidente (Italia). Karya ini dijadwalkan untuk dipresentasikan perdana pada 11 Juli 2024 di Over het IJ Festival. Residensi ini didukung oleh Asia-Europe Foundation (ASEF), Dance Nucleus Singapore, dan Studio Plesungan.
____________________________
During their residency at Studio Plesungan, Ashley Ho & Domenik Naue continue their long-term research on loss and transformation. Drawing from personal family archives and documents rooted in two distinctly different cultural backgrounds, this project extends their earlier work “paper tears”, which examined grief and loss through intimate and collective performative encounters.
In their current project, tentatively titled “Last Portrait”, Ho and Naue deepen this inquiry by foregrounding two explicit personal narratives closely tied to their respective family histories. The work asks how farewell and loss are understood across different social and cultural contexts: what departs, what returns, and how experiences of loss shape practices of self-documentation within families.
During the residency, they share an early draft of the work and experiment with bodily movement and gesture emerging from acts of caregiving, domestic labor, and gardening. This physical research forms a crucial part of their process, approaching loss not only as an experience of pain, but also as a space for transformation, continuity, and new possibilities.
“Last Portrait” is being developed across multiple sites throughout 2024, including Over het IJ and Dansateliers Rotterdam (Netherlands), Studio Plesungan (Indonesia), and Oriente Occidente (Italy). The premiere is scheduled for 11 July 2024 at the Over het IJ Festival. This residency is supported by the Asia-Europe Foundation (ASEF), Dance Nucleus Singapore, and Studio Plesungan.
____________________________
Artist Bio
ashleyho+domeniknaue
ashleyho+domeniknaue adalah kumpulan anggota tubuh dan hati. Mereka menciptakan pertemuan performatif transmedial, bermain di antara tari, puisi, musik, dan eksperimen skenografi. Ashley dan Domenik percaya pada pertunjukan sebagai praktik sosial—sebuah politik, proses yang intim dari berubah dan diubah. Lebih dari sekedar fokus yang konsisten pada tema-tema tertentu, karya-karya mereka mengusulkan sebuah cara untuk menyatu dengan dunia, yang menghadapi kekerasan melalui kerentanan dan keceriaan. Ashley dan Domenik bekerja seperti arkeolog, menggali dokumen – dokumen yang sangat pribadi dan menerjemahkannya ke dalam pengalaman fisik yang memicu imajinasi kolektif. Kolaborasi mereka terpelihara oleh persahabatan mereka, serta dukungan dari berbagai seperti Dansateliers, workspacebrussels, Over het IJ, Milvus Artistic Research Centre, De Nieuwe Oost, CAMPO, and Dance Nucleus. Karya mereka telah hadir di berbagai festival seperti Moving Futures, FAT Leiden, Dansand, Over het IJ, Offspring (SPRING Utrecht), dan Contemporary Dance Festival. Ashley dan Domenik lulus dari program Sarjana Tari/Penciptaan di ArtEZ University of the Arts pada tahun 2022, dan saat ini berbasis di Amsterdam, bekerja di antara Belanda, Belgia, dan Singapura.
_________________________
ashleyho+domeniknaue
ashleyho+domeniknaue is a collection of limbs and hearts. We create transmedial performative encounters, playing across dance, poetry, music, and scenographic experiments. We believe in performance as a social practice—a political, intimate process of transforming and being transformed. More than a consistent focus on specific thematics, our works propose a way of being with the world, that confronts harshness through vulnerability and playfulness. We work like archaeologists, excavating hyper-personal documents and translating them into physical experiences that fuel collective imagination. Our collaboration has been nurtured by friendship, as well as support from institutions such as Dansateliers, workspacebrussels, Over het IJ, Milvus Artistic Research Centre, De Nieuwe Oost, CAMPO, and Dance Nucleus. Our work has been presented in festivals such as Moving Futures, FAT Leiden, Dansand, Over het IJ, Offspring (SPRING Utrecht), and contact Contemporary Dance Festival. We graduated from the Dancer/Maker Bachelor’s programme at ArtEZ University of the Arts in 2022, and are currently based in Amsterdam, working between the Netherlands, Belgium, and Singapore.
___________________________________________
Public Presentation

“Last Potrait”
ashleyho+domeniknaue
Kamis, 28 Maret 2024
16:00 – 17:15 WIB
di Studio Plesungan (Desa Plesungan rt03 rw02, Plesungan Gondangrejo, Karanganyar 57181)
Last potrait (judul sementara) merupakan karya-sedang-tumbuh yang menggali sejarah dan arsip keluarga pribadi dari masing-masing individu. ashleyho+domeniknaue menggali dan memasuki ruang hiper-personal agar dapat terhubung dengan pengalaman-pengalaman yang universal. Mereka tertarik pada bagaimana dokumenter dan fiksi dapat bekerja sama untuk menciptakan ruang yang generatif serta menyembuhkan di dalam sebuah performans. Proyek ini akan diwujudkan sebagai instalasi-performans, di mana dokumen kekeluargaan akan diubah menjadi elemen skenografik, dan diterjemahkan ke dalam laku tubuh. Dalam hal ini, mereka berupaya untuk mendefinisikan kembali pertunjukan dokumenter.
Mereka akan menjalin hubungan antara botani dan penyakit, kedatangan dan keberangkatan, tenaga kerja dan perawatan, serta tradisi dan regenerasi. Dalam menghadapi perubahan yang cepat, bagaimana wacana atas siklus dapat mengubah cara kita berpikir tentang kehilangan.
Selama residensi di Studio Plesungan, mereka akan membagikan draf pertama karya tersebut, performans mereka akan bereksperimen dengan membongkar gerak tubuh dan bahasa tubuh yang terlibat dalam pengasuhan, pekerjaan rumah tangga, dan berkebun.




____________________________
On Stage
The Precise Experience
Selasa, 26 Maret 2024
20:00 WIB – selesai
di TEATER ARENA
Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta
Pertunjukan berbasis skor ini dibangun berdasarkan latihan gerak yang mengeksplorasi tekanan fisik. Ini mengungkapkan kegembiraan, kenikmatan, dan keintiman yang dapat muncul dari rasa sakit, paksaan, dan beban yang disepakati bersama.
Sebelumnya telah mengeksplorasi kenangan yang tertanam dalam ketegangan dan lembutnya kekerasan serta keintiman melalui karya mereka, Domenik dan Ashley kini terlibat dalam sebuah latihan fisik yang berakar pada kepercayaan, pendengaran fisik, dan kepekaan. Ruang ini memberikan kemungkinan bagi mereka untuk mengeksplorasi batasan dan ambang batas tubuh masing-masing dan diri mereka sendiri, secara fisik dan emosional.
Berfluktuasi antara tekanan mikro dan makro, mereka harus saling mengenal lagi dan lagi. Setiap kali mereka bertemu dalam latihan ini adalah yang pertama kalinya, menantang persepsi mereka satu sama lain dan batasan mereka sendiri.
Musik dalam pertunjukan ini dikerjakan oleh Roel van der Meulen. Melalui desain suara yang diciptakannya, ia menawarkan perspektif lain mengenai tekanan dalam pertunjukan ini.
Koreografi dan performans oleh Ashley Ho and Domenik Naue
Musik oleh Roel van der Meulen
Bincang seniman bersama Linda Mayasari.
The Precise Experience
This performance score builds on a movement practice exploring physical pressure. It unfolds the joy, pleasure and intimacy that can emerge from consensual pain, force, and weight.
Previously having explored memories that are embedded with the tension and tenderness of violence and intimacy through their work, Domenik and Ashley are now engaging in a physical practice that is rooted in trust, physical listening, and sensitivity. This space holds the possibility for them to explore the boundaries and thresholds of each other’s and their own bodies, physically and emotionally.
Fluctuating between micro and macro pressures, they have to get to know each other again and again. Every time they meet in this practice is the first time, challenging their perception of each other and their own boundaries.
Choreography and performance by Ashley Ho and Domenik Naue
Music by Roel van der Meulen
Artist talk with Linda Mayasari
___________________________________
_________________________________________________
Ashley Ho dan Domenik Naue adalah seniman residensi Studio Plesungan’s Artist dari tanggal 18 – 29 March 2024 dengan dukungan ASEF, Dance Nucleous Singapore and Studio Plesungan.
Ashley Ho and Domenik Naue are Studio Plesungan’s Artist in Residency from 18 – 29 March 2024 with the support of ASEF, Dance Nucleous Singapore and Studio Plesungan.
_________________________________________________________________

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
