
On Stage
10 Maret 2021
19:30 WIB
Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah
Jl. Ir. Sutami57, Kentingan 57126 Surakarta
__________________
SAMAR
oleh SEKAR TRI KUSUMA
Samar adalah karya koreografi yang berangkat dari pengalaman inderawi rabun jauh, di mana ketidakjelasan visual menjadi titik persoalan utama. Bagi Sekar Tri Kusuma, wacana tentang ketidakjelasan tidak hanya hadir sebagai kondisi fisik, tetapi juga sebagai fenomena yang lebih luas dalam kehidupan manusia.
Dalam karya ini, komunikasi antar manusia menjadi fokus utama—sebagai proses yang rentan terhadap ketidakjelasan, baik dalam penyampaian maupun dalam penerimaannya. Di tengah dinamika kehidupan sehari-hari, ketika manusia berupaya meraih tujuan dan kemapanan, komunikasi menjadi elemen krusial yang kerap kali justru menjadi tantangan.
Samar mengadopsi pola permainan dan aturan main sebagai metode eksplorasi, menciptakan berbagai kemungkinan interaksi komunikasi di atas panggung melalui dua tubuh penari yang saling merespons dalam ketakterdugaan.
Durasi: 25 menit
Koreografer: Sekar Tri Kusuma
Penari: Razan Wirjosandjojo, Sekar Tri Kusuma
Penata Musik: Leon Gilberto Medellin Lopez
Pemusik: Leon Gilberto Medellin Lopez, Soladi
Penata Cahaya: Yunianto Dwi Nugroho
On Stage
10th Marcht 2021
19:30 WIB
Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah
Jl. Ir. Sutami57, Kentingan 57126 Surakarta
__________________
SAMAR
by SEKAR TRI KUSUMA
Samar is a choreographic work rooted in the sensory experience of nearsightedness, where visual ambiguity becomes the central point of inquiry. For Sekar Tri Kusuma, the notion of obscurity is not only a physical condition, but also a broader phenomenon that pervades human life.
This work focuses on human communication as a process prone to ambiguity—both in its delivery and in how it is received. Amid the everyday effort to attain goals and stability, communication emerges as a crucial element, yet it often becomes one of the most fragile and challenging.
Samar adopts the structure of games and rule-based play as its method of exploration, generating unexpected possibilities of interaction between two performing bodies that respond to each other in unpredictability.
Duration: 25 minutes
Choreographer: Sekar Tri Kusuma
Performers: Razan Wirjosandjojo, Sekar Tri Kusuma
Music Director: Leon Gilberto Medellin Lopez
Musicians: Leon Gilberto Medellin Lopez, Soladi
Lighting Designer: Yunianto Dwi Nugroho
Sekar Tri Kusuma lahir di Surakarta pada tahun 1999. Ia mengenal dunia tari sejak tahun 2008 melalui Sanggar Seni Wayang Suket Kalanjana yang didirikan oleh Slamet Gundono. Tahun 2010, Sekar mulai berlatih tari di Sanggar Tari Soerya Soemirat, dan kemudian mendalami tari klasik Jawa Gaya Surakarta saat menempuh pendidikan di SMKN 8 (SMKI) Surakarta.
Tahun 2017, Sekar melanjutkan studinya di Program Studi Seni Tari, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia tertarik untuk menggali tema kecairan dalam dinamika sosial masyarakat melalui kerja artistik dan proses penciptaan koreografi. Bagi Sekar, kejujuran merupakan prinsip utama dalam berkarya, di mana tubuh digerakkan sepenuhnya oleh kesadaran pikiran dan wacana yang dibawanya.
Sekar telah berpartisipasi dalam berbagai produksi seni, bekerja bersama sejumlah seniman seperti Matheus Wasi Bantolo, Melati Suryodarmo, Astri Kusuma Wardani, R. Danang Cahyo, Wirastuti Susilaningtyas, dan Eko Supriyanto di berbagai festival seni di Indonesia.
Sekar Tri Kusuma was born in Surakarta in 1999. She was introduced to dance in 2008 through the Wayang Suket Kalanjana art studio founded by Slamet Gundono. In 2010, she began her formal training at Soerya Soemirat Dance Studio, and later deepened her study of classical Javanese dance in the Surakarta style at SMKN 8 (SMKI) Surakarta.
In 2017, Sekar enrolled in the Dance Department at the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Surakarta. She is particularly interested in exploring the fluidity of social dynamics through artistic work and choreographic processes. For her, honesty is a core principle in artmaking—a state in which the body is fully moved by the consciousness of thought and the discourse it embodies.
Sekar has taken part in a wide range of artistic productions and has collaborated with artists such as Matheus Wasi Bantolo, Melati Suryodarmo, Astri Kusuma Wardani, R. Danang Cahyo, Wirastuti Susilaningtyas, and Eko Supriyanto at various art festivals in Indonesia.




