
ON STAGE #10
Kamis, 17 Maret 2022
Pukul 19.30 WIB
Teater Arena
Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta
Jl. Ir. Sutami No. 57, Kentingan 57126, Surakarta
“ANJASMARA”
Karya: Agus ‘Mbendhol’ Margiyanto
Karya tari Anjasmara (2022), produksi terbaru dari Agus ‘Mbendhol’ Margiyanto, akan dipentaskan dalam edisi kesepuluh program ON STAGE, sebuah program berkala yang digagas oleh Studio Plesungan.
Dalam karya ini, Agus ‘Mbendhol’ menghadirkan interpretasinya atas tokoh Anjasmara dari kisah rakyat Damarwulan, yang ditulis pada masa keruntuhan Majapahit. Anjasmara digambarkan sebagai sosok perempuan yang rela melepaskan suaminya, Damarwulan, untuk pergi berperang. Dalam keterpisahan itu, perasaan cinta, sedih, cemas, dan takut berbaur menjadi satu. Ia menjadi simbol perempuan tangguh yang harus bergulat dengan pikirannya sendiri untuk melangkah ke masa depan.
Anjasmara hidup dalam penantian yang panjang, menaruh harap akan berakhirnya perang, dan mengidamkan bersatunya kembali kisah cinta mereka. Dalam kesendiriannya, ia menumpahkan berbagai perasaan yang terpendam, menghadirkan ruang yang intim antara tubuh dan imajinasi.
Melalui karya ini, Agus menyampaikan refleksi tentang nilai kesetiaan, pengabdian, dan kedamaian, yang dituangkan dalam tubuh tari yang menjelajah ruang-ruang imajiner. Tubuh penari menjadi medium untuk memaknai ulang kisah klasik ke dalam konteks kekinian, menyampaikan narasi tentang keberanian, kelembutan, kekuatan, kerapuhan, kegelisahan, dan harapan. Koreografi berdurasi 45 menit ini dibawakan oleh satu penari dengan kekuatan ekspresi tubuh yang intens dan puitis.
Kredit Karya:
Koreografer: Agus Margiyanto
Penata Musik: Wirid Nugroho
Penari: Retno Sulistyorini
Penata Lampu: Yonek
Kostum: Retno Tan
Tentang ON STAGE
ON STAGE adalah program berkala yang diselenggarakan oleh Studio Plesungan setiap dua bulan sekali di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Program ini bertujuan meningkatkan apresiasi publik terhadap seni pertunjukan kontemporer melalui pemutaran karya-karya terpilih dan diskusi publik bersama para seniman.
Catatan: Demi menjaga keselamatan bersama dan mencegah penyebaran COVID-19, seluruh penonton diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
On Stage
Thursday, 17 March 2022
7:30 PM (WIB)
Teater Arena
Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57, Kentingan 57126, Surakarta
“ANJASMARA”
by Agus Margiyanto
The dance work Anjasmara (2022), created by Agus “Mbendhol” Margiyanto, will be performed in the tenth edition of On Stage, a regular program initiated by Studio Plesungan. In this piece, Agus “Mbendhol” presents his interpretation of the character Anjasmara from the Javanese folktale Damarwulan, a story written during the decline of the Majapahit era.
Anjasmara is portrayed as a woman separated from her beloved, Damarwulan, who must go to war. Her sorrow, fear, and anxiety are interwoven with deep love and unwavering devotion. She is a resilient figure, struggling against her own emotions and thoughts as she looks toward an uncertain future. Anjasmara longs for the war to end, hoping to continue her love story with Damarwulan. She believes that her love walks alongside his every step. In her solitude, she lives in eternal anticipation, her emotions quietly unfolding in silence.
In Anjasmara, Agus Margiyanto explores themes of loyalty, devotion, and peace through the female figure of Anjasmara, embodied in a choreography that navigates imaginary spaces. Imaginative landscapes emerge through the dancer’s body and the surrounding space, revealing the essence of Anjasmara in her solitude. With his long experience as a dancer, actor, and choreographer, Agus invites the audience to revisit notions of femininity by reinterpreting an epic tale within today’s context. The solo choreography weaves together gentleness, strength, courage, wildness, fragility, despair, and hope in a 45-minute performance.
Choreographer: Agus Margiyanto
Music Composer: Wirid Nugroho
Dancer: Retno Sulistyorini
Lighting Designer: Yonek
Costume Designer: Retno Tan
ON STAGE is a regular program by Studio Plesungan, presenting performance art every two months at Teater Arena – Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. The program aims to foster public appreciation for contemporary art through curated performances and public artist talks.
All attendees are required to follow the applicable health protocols to prevent the spread of COVID-19.
Agus ‘Mbendhol’ Margiyanto memulai karier seninya sebagai aktor dan anggota Teater Ruang Solo pada 1997–2002. Ia menekuni dunia tari secara akademis di Jurusan Tari, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Sebagai penari dan koreografer, Agus telah bekerja dan terlibat dalam berbagai karya seni dengan seniman-seniman ternama seperti: Suprapto Suryodarmo, Deddy dan Ely D. Luthan, Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, Jarot B. Darsono, Slamet Gundono, S. Pamardi, Atilah Soeryajaya, Garin Nugroho, Hiroshi Koike, Don Mamouney, Chen Shi-Zheng, LeineRoebana Dance Company, Katsura Kan, Angela Liong, Sen Hea Ha, Ines Somellera, dan banyak lainnya.
Ia juga merupakan salah satu pendiri Komunitas IE (Independent Expression) Solo, serta telah terlibat dalam berbagai program penting, seperti:
-
Middle Mountain Mirror-Mirror (2003) , kolaborasi tari, visual, dan bunyi di Galeri Taksu, Jakarta;
-
Choreographers Lab + Residency Program Goethe-Institut (2015–2016) di Indonesia, Belgia, dan Jerman;
-
Undisclosed Territory #11 di Studio Plesungan.
Agus aktif mengikuti berbagai workshop, antara lain bersama Astad Deboo (India), Katsura Kan (Jepang), LeineRoebana (Belanda), dan Marcus Doshi (AS).
Sebagai koreografer, karya-karyanya antara lain: …&… (2001), SATU (2001), Day-Lama (2003), Tubuh Dalam Tubuh (2003), Hari ke-50 (2006), Ya, Di Sini… (2007), Asmara Jinurung Puja (2007), ME-I (2009), Pergola (2009), Praying Space (2011), Simpangampat (2013), Tubuh Relief (2018), HOLD (2018 & 2019), Miracle Space (2020), dan TWO METERS (2021) – kolaborasi bersama Luluk Ari Prasetya.
Agus ‘Mbendhol’ Margiyanto was an active member and actor of Teater Ruang Solo from 1997 to 2002. He studied choreography at the Dance Department of the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Surakarta. As a dancer, he has studied and performed in works by numerous artists including Suprapto Suryodarmo, Deddy Luthan, Ely D. Luthan, Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, Jarot B. Darsono, Fajar Satriadi, Slamet Gundono, S. Pamardi, Atilah Soeryadjaya, Garin Nugroho, Hiroshi Koike, Don Mamouney, Sawung Jabo, Chen Shi-Zheng, LeineRoebana Dance Company, Katsura Kan, Angela Liong, Sen Hea Ha, Ines Somellera, Retno Sulistyorini, Boby Ari S., Rianto, among others.
He is a co-founder and active member of the Independent Expression (IE) community in Solo. Agus has participated in various programs including Arts Exchange Asia + Taksu Gallery (a theatrical installation of dance, visual, and sound) with the work Middle Mountain Mirror-Mirror at Taksu Gallery Jakarta (2003); Choreographers Lab + Residency Program Presentation – Goethe-Institut (2015–2016), presented in Indonesia, Belgium, and Germany; and Undisclosed Territory #11 at Studio Plesungan. He has also participated in several workshops, including those led by Astad Deboo (India), Katsura Kan (Japan), LeineRoebana (Netherlands), Garin Nugroho (Indonesia), Marcus Doshi (USA), among others.
As a choreographer, his works include: … & … (2001), SATU (2001), Day-Lama (2003), Tubuh Dalam Tubuh (2003), Hari ke-50 (2006), Ya Disini… (2007), Asmara Jinurung Puja (2007), ME-I (2009), Pergola (2009), Praying Space (2011), Simpangampat (2013), Tubuh Relief (2018), HOLD (2018 & 2019), Miracle Space (2020), and TWO METERS (2021) — a collaborative work with Luluk Ari Prasetya.
